Minggu, 19 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Driver Ojol Siap Demo Besar-besaran jika Nadiem Makarim jadi Menteri, Ini Alasannya

Igun Wicaksono mengatakan ditunjuknya Nadiem Makarim sebagai menteri merupakan ancaman tersendiri bagi para driver ojek online.

Tribun Lampung/Deni
FOTO ILUSTRASI: Ratusan driver yang tergabung dalam Gerakan Driver Online R2 dan R4 (GEDOR) melakukan aksi demonstrasi di depan kantor gojek. 

TRIBUNTERNATE.COM - Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, Igun Wicaksono mengatakan ditunjuknya Nadiem Makarim sebagai menteri merupakan ancaman tersendiri bagi para driver ojek online.

Mereka khawatir ketika Nadiem menjabat sebagai menteri, mantan bos Gojek ini akan membuat regulasi yang menguntungkan perusahaan swasta dan tidak berpihak kepada pegawai dan kaum buruh, dalam hal ini para driver ojol.

Hal tersebut mungkin saja terjadi karena Igun menganggap Nadiem sudah menerapkan hal tersebut selama berada di Gojek.

"Kami khawatir aturan-aturan yang dibuat pemerintah lebih pro kepada perusahaan aplikasi dibandingkan terhadap para driver ojol. Sekarang pun selama memegang aplikasi dia lebih pro dong kepada korporasinya," kata Igun Wicaksono ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Para driver ojol sudah banyak melakukan perlawanan dengan menggelar aksi demonstrasi kepada perusahaan Gojek karena dianggap kurang menyejahterakan mitranya.

Dengan rekam jejak seperti itu, pihaknya menolak keras terpilihnya Nadiem sebagai menteri.

Sebagai bentuk penolakan dari keputusan terpilihnya Nadiem jadi menteri, ribuan ojol direncanakan akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran.

Rencananya, para ojek online akan unjuk rasa secara serentak di beberapa kota wilayah yakni Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan beberapa tempat di pulau Jawa termasuk DKI Jakarta.

"Kalau di Jakarta kemungkinan di Istana Negara. Namun ada berbagai titik nanti, jadi belum final, kita masih komunikasi kapan pelaksanaan unrasnya," kata dia.

Mundur dari Gojek

Nadiem Makarim mundur dari jabatan CEO Gojek, Senin (21/10/2019).

Nadiem Makarim mengungkapkan keputusannya itu berkaiatn dengan pemanggilan dirinya oleh Presiden Jokowi.

"Posisi saya di Gojek sudah mundur dan tidak ada kewenangan sama sekali. Tidak ada kekuasaan apa pun di dalam Gojek," ungkap Nadiem.

Nadiem mengakui dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, ia diminta masuk ke kabinet.

Nadiem mengaku sudah diberitahu akan menjadi menteri apa, tetapi enggan memberitahkukan kepada wartawan.

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved