Bom di Mapolrestabes Medan
Bom Bunuh Diri di Medan, Mahfud MD Enggan Disebut Kecolongan, Achmad Baidowi: Ini Bukan Main-main
Achmad Baidowi angkat bicara terkait sikap Menko Polhukam Mahfud MD mengenai bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.
"Apalagi tadi disampaikan berdasarkan penyelidikan dari kepolisian, sempat diperiksa dua kali. Kok bisa lolos? apa emang tidak ada alat pendeteksi di situ?" tambahnya.

Achmad Baidowi kembali bertanya-bertanya kenapa pelaku bisa lolos, padahal sudah diperiksa dua kali.
Ia pun mengkhawatirkan dengan keamanan di tempat lain.
"Kalau kantor polisinya aja udah tidak aman, orang yang diperiksa dua kali bisa lolos, bagaimana dengan tempat-tempat yang lain?"," kata Achmad.
Dengan tegas Achmad menyebut jika fenomena bom bunuh diri ini adalah hal yang serius.
Tak heran jika kejadian tersebut menjadi sorotan dunia.
"Ini bukan main-main. Beda jika bom meledak di pasar. Itu kita nggak bisa mendeteksi siapapun," ungkapnya.
• Siapa Target Bom di Polrestabes Medan? Eks Pentolan Jemaah Islamiyah Bongkar 3 Hal Ini
Menurut Achmad, pemerintah memang telah kecolongan terkait aksi bom bunuh diri di Medan.
"Kenapa? pemerintah ini bukan tidak punya alat-alat yang canggih, apalagi dikaitkan dengan fenomena internasional, ada seruan di Timur Tengah, kan bisa dideteksi. Wong sadap menyadap itu bisa," jelas Achmad.
Politisi PPP ini menegaskan, perlu keberanian sikap pemerintah untuk melakukan pencegahan terhadap aksi terorisme.
"Sekiranya itu potensinya kuat apalagi meledakkan bom seperti kasus di Medan, maka seharusnya dilakukan pencegahan. Kemarin kan UU Terorisme kita sudah direvisi maka ke depan hal ini tak boleh menjadi keraguan Pemerintah," ujar Achmad Baidowi.
Ia percaya bahwa pelaku bom bunuh diri di Medan tak membidik momentum tertentu.
"Yang dibidik adalah kelengahan dari aparat kita. Momentum apa hari ini? Natal dan Tahun Baru juga masih lama," aku Achmad Baidowi.
Video selengkapnya:
• 4 Fakta Bom Bunuh Diri di Medan: Identitas Pelaku Terungkap, Pakai Jaket Ojol hingga Tanggapan Gojek