Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Jawaban Pihak FPI Ini Bikin Ketua PBNU Geram saat Ditanya soal Indonesia Sudah Syariah atau Belum

Ketua Lembaga Dakwah DPP Front Pembela Islam (FPI), Idrus Al Habsy memberikan jawaban saat ditanya NKRI sudah sesuai Islam atau belum.

Editor: Sansul Sardi
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Massa Front Pembela Islam (FPI) dan Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat bergembira menyambut hasil sidang putusan praperadilan penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus Muhammad Rizieq Shihab oleh Sukmawati Soekarnoputri, di depan Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (23/10/2018). Dalam sidangnya, hakim menolak permohonan praperadilan penerbitan SP3 yang diajukan Sukmawati Soekarnoputri selaku pemohon melalui pengacara yang tergabung dalam Tim Pembela Pancasila terkait kasus dugaan penghinaan Pancasila oleh Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab, karena SP3 yang dikeluarkan Polda Jabar sudah sah dan sesuai prosedur. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

TRIBUNTERNATE.COM - Polemik perpanjangan izin Front pembela Islam (FPI) belakangan ini menjadi berita yang ramai diperbincangkan.

Dimana perpanjangan izin surat keterangan terdaftar (SKT) Front Pembela Islam (FPI) yang telah habis masanya menemui berbagai persoalan.

Menanggapi hal itu, baru-baru ini Ketua Lembaga Dakwah DPP Front Pembela Islam (FPI), Idrus Al Habsy memberikan jawaban saat ditanya NKRI sudah sesuai Islam atau belum.

Idrus Al Habsy mendapat pertanyaan tersebut dari Ketua PBNU, Marsudi Syuhud dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam TV One pada Jumat (29/11/2019).

"Apakah model negara Indonesia saat ini yang kita duduki, yang kita di dalamnya kita hidup di dalamnya sudah sesuai dengan Islam apa belum nah itu mohon dijawab," tanya Marsudi Syuhud.

Menjawab pertanyaan itu, Idrus Al Habsyi justru menjawabnya dengan konsep khilafah menurut FPI.

Menurut FPI, khilafah adalah meningkatkan kerja sama antara negara-negara Islam.

"Ya sekarang saya mau tanya balik lagi Pak Kyai Marsudi, artinya begini kita ingin mendorong persatuan negara-negara Islam melalui payung OKI ini seperti pembentukan mata uang bersama, Uni Eropa kok bisa, Pertahanan bersama Uni Eropa ada NATO, nah salahnya di mana kita?" ujar Idrus.

Sehingga, apa yang dikhawatirkan dari FPI.

"Apakah kita akan menghapus NKRI seperti itu," lanjutnya.

"Tapi NKRI Pancasila itu sudah khilafah belum, sudah sesuai dengan Islam belum," tanya Presenter.

Kemudian, Idrus justru menjelaskan bahwa Indonesia telah mendasarkan Ketuhanan yang Maha Esa untuk membangun bangsa.

"Sudah Islam atau belum kan begitu, kita lihat sila yang pertama apa Ketuhanan Yang Maha Esa itu tahun 1976 kalau enggak salah tim lima untuk merumuskan Pancasila kalau enggak salah tuh ada Bapak Mohamad Hatta, Profesor Achmad Subardjo, tim lima itu."

"Yang intinya poinnya menarik bahwasanya Ketuhanan Yang Maha Esa itu menjadi dasar untuk memimpin bercita-cita dalam membangun bangsa kita," tutur Idrus panjang lebar.

"Lantas salahnya kita ?" imbuhnya.

Ketua Lembaga Dakwah DPP Front Pembela Islam (FPI), Idrus Al Habsy menjelaskan konsep khilafah menurut kelompoknya.
Ketua Lembaga Dakwah DPP Front Pembela Islam (FPI), Idrus Al Habsy menjelaskan konsep khilafah menurut kelompoknya. (Channel Youtube Talk Show tvOne)

Tak puas dengan jawaban Idrus, Marsyudi lantas meminta secara jelas pertanyaan soal NKRI sudah sesuai Islam atau belum.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved