Pilkada 2020
Gibran Maju Calon Walkot Solo, Fahri Hamzah: Merusak Reputasi Jokowi, Fadli Zon: Politik Aji Mumpung
Kalahnya elektabilitas Gibran Rakabuming dari petahana Achmad Purnomo memantik komentar dari politisi Fahri Hamzah dan Fadli Zon.
Survei yang digelar Median menunjukkan, mayoritas pemilih Gibran Rakabuming Raka pada Pilkada Solo 2020 mendasarkan pilihannya atas faktor sosok Gibran yang dinilai mewakili kaum muda.
"Tiga alasan responden memilih Gibran adalah karena muda (27,3 persen), karena putra Jokowi (18,5 persen), dan karena melihat sosok Gibran ini sebagai pengusaha kreatif (13 persen)," ujar Rico Marbun.
Hasil survei juga menunjukkan, Gibran Rakabuming unggul di kalangan pemilih pemula, yakni pemilih berusia 17-19 tahun dan 20-29 tahun.

Responden berusia 17-19 tahun yang memilih Gibran Rakabuming sebanyak 40 persen.
Sementara responden yang berusia 20-29 tahun sebanyak 45,8 persen.
Merujuk pada hasil survei itu, Rico menilai, apabila Gibran Rakabuming ingin elektabilitasnya meningkat, harus ada inovasi program dan kompetensi yang
"Tidak cukup hanya dengan dianggap muda saja. Tidak cukup hanya dengan dianggap bahwa beliau ini putra Pak Jokowi. Dia harus adu gagasan," tegas Rico.
"Harus meyakinkan bahwa dia memang bisa mengantarkan Solo lebih baik ketimbang Pak Achmad Purnomo, atau lebih baik ketimbang ayahnya (Jokowi)," tambah dia.
Selain Gibran Rakabuming, nama yang memiliki elektabilitas tinggi pada Pilkada Solo yakni Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo.
Berbeda dari Gibran Rakabuming, pemilih Achmad Purnomo dinilai cenderung rasional.
"Yang memilih petahana karena tiga faktor, pertama berpengalaman (42,5 persen), merakyat (8,3 persen), dan alasan belum ada calon lain (6,1 persen)," tutur Rico. (Tribunnewsbogor.com/khairunnisa)
Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Fahri Hamzah Komentari Elektabilitas Gibran yang Kalah dari Petahana, Fadli Zon :Politik Aji Mumpung