Banjir Jakarta
Prihatin Anies & Presiden Beda Suara, Andi Arief: SBY dan Jokowi Duduk Bareng Bisa Atasi Banjir 2013
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya pendapat berbeda terkait penyebab banjir.
TRIBUNTERNATE.COM - Banjir yang melanda kawasan Ibu Kota terjadi sejak Selasa (31/12/2019) lalu.
Hingga hari ini Sabtu (4/1/2020) Jakarta dan sekitarnya masih tergenang banjir.
Ribuan warga dari berbagai wilayah di Jakarta telah mengungsi.
BMKG memperkirakan hujan akan terus mengguyur Jakarta hingga 7 Januari 2020.
Hingga saat ini, tercatat korban meninggal akibat bencana banjir sebanyak 46 orang dari wilayah Jabodetabek.
Berbagai bangunan dan rumah warga terendam air banjir dengan ketinggian yang bervariasi.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya pendapat berbeda terkait penyebab banjir.
Hal ini disayangkan oleh Wakil Sekertaris Jendral Partai Demokrat, Andi Arief.
Melalui akun twitternya @AndiArief_ ia membagikan foto saat musibah banjir melanda Jakarta pada 2013.
Presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono sedang duduk bersama dan berdiskusi dengan Gubernur DKI Jakarta waktu itu Jokowi.
Dalam unggahannya ia berharap Anies dan Jokowi dapat mencontoh peristiwa banjir 2013 dimana pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat duduk bersama untuk menyelesaikan masalah banjir.
Berikut isi cuitannya :
Kita dukung pemerintah pusat dan pemerintah daerah duduk bareng, sangat bisa. Banjir 2013 bisa!
Pada unggahan sebelumnya, Andi Arief juga mengatakan seharusnya Kepala Daerah tidak boleh melawan Kepala Negara.
Ia berharap pemerintah dapat kompak menagani musibah banjir ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/badan-mobil-kala-banjir-melanda.jpg)