Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Sikap Lembek Prabowo Soal Klaim Natuna Dikritik Susi Pudjiastuti: Bedakan Pencurian dan Persahabatan

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ikut angkat suara terkait polemik Laut Natuna antara Indonesia dan China.

Kolase TribunNewsmaker - Instagram @ susipudjiastuti/ Kompas.com
Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan Menhan Prabowo Subianto 

TRIBUNTERNATE.COM - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ikut angkat suara terkait polemik Laut Natuna antara Indonesia dan China.

Susi Pudjiastuti memberikan pandangannya soal Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto yang menyebut China adalah negara sahabat bagi Indonesia.

Pernyataan Prabowo Subianto soal Natuna ini tampaknya masih santai-santai saja.

Susi Pudjiastuti lantas menanggapi pernyataan Prabowo melalui akun Twitternya.

Susi tidak setuju dengan solusi damai yang dilontarkan Menteri Pertahanan Prabowo karena ingin menjaga persahabatan antar kedua negara.

Susi mengungkapkan perlu dibedakan antara pencurian ikan dan persahabatan antar negara.

"Bedakan pencurian ikan dengan persahabatan antar negara," tulisnya dalam akun Twitter @susipudjiastuti, Sabtu (4/1/2020).

Memanas, 5 KRI dan 600 Prajurit TNI Siaga Amankan Perairan Natuna, Siap Tempur?

Menurut Susi, China tidak mungkin dan tidak boleh melindungi pelaku IUUF.

Sebab, IUUF adalah kejahatan lintas negara.

"Persahabatan antar negara Tidak boleh melindungi pelaku Pencurian Ikan & Penegakan hukum atas pelaku Ilegal Unreported Unregulated Fishing."

"Tiongkok tidak mungkin dan tidak boleh melindungi Pelaku IUUF."

"Karena IUUF adalah crime/ kejahatan lintas negara," tulis Susi Pudjiastuti.

Susi Pudjiastuti kembali menegaskan, penegakan hukum kepada para pencuri ikan ini berbeda dengan persahabatan antar negara maupun investasi.

"Perlakukan Pencuri Ikan dengan penegakan hukum atas apa yg merrka lakukan. Dan ini berbeda dengan menjaga Persahabatan atau iklim investasi," tulisnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto memastikan, adanya penangkapan tiga kapal asing asal China yang melalui Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Perairan Natuna di Kepulauan Riau tidak akan menghambat investasi dengan China.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved