Rabu, 13 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Sosok Eddie Mardjoeki Nalapraya, Bapak Pencak Silat Dunia yang Pemrakarsai Bom Tinja Lawan Belanda

Kisah Bapak Pencak Silat Dunia ini adalah salah satu dari jutaan kisah heroik pahlawan negara.

Tayang:
Editor: Sansul Sardi
Sosok.id
Eddie Mardjoeki Nalapraya 

Sejak remaja ia telah mahir bela diri pencak silat.

Tahun 1946 ia diungsikan keluarga dari Jakarta ke Tasikmalaya lantaran kenekatannya melawan tetara Belanda sendirian.

"Sesudah 6 bulan tinggal di Tasikmalaya, saat aksi agresi militer Belanda yang pertama, ada tentara lewat (Detasemen Garuda Putih), saya dipanggil, saya baru 16 tahun. Dari situ saya bergabung," ujar Eddie.

Tugas pertama saat diangkat tanpa ada upacara pengangkatan anggota tentara baru hanyalah sebagai pembawa peluru.

Apapun tugasnya ia lakukan demi menjadi pejuang kemerdekaan kala itu.

Naik satu tingkat ia pun ikut berjuang menghadang konvoi pasukan Belanda yang lewat daerah situ.

"Tugas kita menghadang lawan. Konvoi-konvoi mereka kita cegat, di situ namanya Gunung Kacapi. Banyak tentara yang meninggal termasuk 2 teman saya," kisah Eddie.

Masa muda Eddie Nalapraya saat jadi pejuang kemerdekaan

Ada yang pernah bertanya kenapa ia tak takut perang.

Eddie pun tak memungkiri ia pernah merasa takut melawan musuh negara yang menggunakan senjata canggih kala itu.

"Siapa bilang, kita ditembaki dari pesawat Mustang, lari aku ke kampung, bahkan sempat kencing di celana," ceritanya.

Ia pernah kehilangan kawan seperjuangan yang mengajarkannya menanam bom tinja saat kawannya yang jadi pencetus ide bom itu lupa dan menginjak bom itu sendiri.

Perjuangan yang luar biasa dari Eddie Nalapraya mengantarkannya, hingga sampai tahun 1950 ia diangkat jadi Sersan.

Dan tahun 80 menjadi Mayor Jenderal.

Eddie disebut sebatai Bapak Pencak Silat Dunia, ia mengisahkan hal tersebut.

Sumber: Grid.ID
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved