Reaksi Sri Sultan, Gus Mus, hingga Mahfud MD soal Kontroversi Tepuk Pramuka Berbau SARA

Seorang oknum pembina Pramuka di SD Negeri Timuran Yogyakarta tengah menjadi sorotan sejumlah tokoh.

Reaksi Sri Sultan, Gus Mus, hingga Mahfud MD soal Kontroversi Tepuk Pramuka Berbau SARA
KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA
Sekolah Dasar (SD) Negeri Timuran sebagai salah satu tempat praktik Kursus Mahir Lanjutan (KML) pembina Pramuka yang digelar oleh Kwarcap Pramuka Kota Yogyakarta. 

TRIBUNTERNATE.COM - Seorang oknum pembina Pramuka di SD Negeri Timuran Yogyakarta tengah menjadi sorotan sejumlah tokoh.

Pasalnya, oknum tersbut mengajarkan yel-yel berbau SARA yang bernada hampir sama dengan tepuk Pramuka.

Sri Sultan Hamengkubuwono X menyesalkan kejadian tersebut, apalagi terjadi di Kota Pelajar, Yogyakarta.

Dikutip dari Kompas.com, Sri Sultan mengatakan bahwa harusnya hal tersebut tidak terjadi.

"Tidak betul itu, tidak tempatnya di situ dan tidak boleh mengatakan seperti itu. Di Indonesia tidak ada kafir," Sri Sultan usai menghadiri acara Dialog Kebangsaan di Universitas Islam Indonesia (UII), Selasa (14/1/2020).

Berikut ini tanggapan para tokoh serta orang tua soal kasus tepuk Pramuka berbau SARA di Yogyakarta

Tanggapan Mahfud MD

Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD usai melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Pol (Purn) Suhardi Alius dan Direktur Jenderal Unit Penanggulangan Terorisme Jepang Shigenobu Fukumoto terkait deradikalisasi dan jaringan teroris internasional di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat pada Jumat (10/1/2020).
Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD usai melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Pol (Purn) Suhardi Alius dan Direktur Jenderal Unit Penanggulangan Terorisme Jepang Shigenobu Fukumoto terkait deradikalisasi dan jaringan teroris internasional di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat pada Jumat (10/1/2020). (Tribunnews.com/Gita Irawan)

Di tempat yang sama dengan Sri Sultan, Mahfud MD ikut tanggapi kejadian tersebut.

"Merendahkan keberagaman dan keberagamaan. Ya itu tanggapan saya," ujarnya, Selasa (14/1/2020).

Ia juga berharap bahwa kasus tersebut harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah.

Halaman
1234
Editor: Sri Handayani1
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved