Kamis, 30 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Heboh, Temuan Terowongan Kuno di Klaten, Panjangnya Hampir 100 Meter, Diduga Peninggalan Belanda

Warga Dukuh Cokro Kembang, Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, dihebohkan dengan penemuan terowongan kuno sepanjang 100 meter.

Tayang:
TRIBUNSOLO.COM/MARDON WIDIYANTO
Terowongan kuno di Klaten 

TRIBUNTERNATE.COM - Warga Dukuh Cokro Kembang, Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, dihebohkan dengan penemuan terowongan kuno sepanjang 100 meter.

Terowongan awalnya ditemukan oleh seorang warga sekitar bernama Danang (57).

Saat ditemui TribunSolo.com, Danang mengatakan, keberadaan terowongan tersebut sebenarnya sudah cukup lama.

Namun, warga baru melakukan penggalian pada terowongan itu sejak Desember 2019 lalu.

Seorang warga setempat, Danang, menerangkan proses penggalian terowongan kuno yang ditemukan di Dukuh 
Cokro Kembang, Desa Daleman, Kabupaten Klaten, Kamis (16/1/2020).
Seorang warga setempat, Danang, menerangkan proses penggalian terowongan kuno yang ditemukan di Dukuh Cokro Kembang, Desa Daleman, Kabupaten Klaten, Kamis (16/1/2020). (TRIBUNSOLO.COM/MARDON WIDIYANTO)

"Kami menggali terowongan tersebut menggunakan cara manual," jelas Danang, Kamis (16/1/2020).

Dalam penggalian itu ada 10 orang yang turut serta terjun membuka jalan di terowongan itu.

Selain Purworejo, Keraton Agung Sejagat Ternyata Juga Berdiri di Klaten, Sumatera, dan Luar Jawa

Saat ini warga masih melakukan penggalian pada terowongan tersebut.

"Diduga jalur tersebut tersambung dengan bekas Pabrik Gula Tjokro yang saat ini telah menjadi pasar tradisional," kata Danang.

Jalan masuk dalam terowongan tersebut, hanya bisa dimasuki satu orang.

Di dalam terowongan kini sudah diberi penerangan lampu LED.

Pawang Ular

Ada cerita unik di balik penggalian terowongan kuno yang ditemukan oleh warga Dukuh Cokro Kembang, Desa Daleman, Kabupaten Klaten.

Seorang warga setempat, Danang (53), menceritakan soal proses penggalian terowongan kuno tersebut.

Pada 25 November 2019, Danang beserta rekannya, Wawan mencoba memasuki terowongan.

Terowongan memiliki jalan yang sempit dan berlumpur.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved