Jumat, 15 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Miris, Ayah Kandung Tega Injak Kepala Anaknya Agar Masuk Gorong-gorong, Ini Pengakuannya

Seorang ayah tega menginjak kepala anak kandungnya agar masuk gorong-gorong di depan SMPN 6 Tasikmalaya.

Tayang:
Editor: Sansul Sardi
KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA/TribunJabar/ist
Pengakuan ayah dari siswi SMP yang ditemukan tewas di gorong-gorong terkait kematian anaknya 

TRIBUNTERNATE.COM -- Aksi sadis seorang ayah yang tega membunuh anak kandungnya kembali terjadi.

Bahkan pelaku, Budi Rahmat (45) berlaku sadis saat memasukkan mayat anak kandungnya sendiri, DS (13).

DS dimasukkan Budi Rahmat ke dalam gorong-gorong depan SMPN 6 Tasikmalaya.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto mengatakan Budi Rahmat memasukkan jasad DS dengan cara didorong menggunakan kaki.

Budi Rahmat berniat untuk mengaburkan jejak perbuatan jahatnya.

Budi berniat kematian anaknya dianggap karena kecelakaan.

"Memang mayat korban membusuk secara kasat mata sulit untuk diketahui sidik jari pelaku. Namun, hasil otopsi yang sudah diliput rekan-rekan sebelumnya berhasil mengungkap ciri-ciri kekerasan pelaku," katanya.

Anom mengatakan sebelum memasukkan mayat DS ke gorong-gorong, pelaku sempat membonceng korban.

Mayat DS dibonceng memakai motornya dengan posisi kedua tangan diikat.

Posisi korban seperti memeluk saat naik motor di lokasi kejadian.

Setelah mencekik DS sampai tewas, Budi Rahmat sempat meninggalkan jenazah.

Budi pergi kerja seakan tak terjadi apa-apa.

Perempuan di Sumbar Nekat Bunuh Suami Ketujuhnya Gegara Kesal Dibandingkan dengan Istri Sebelumnya

Niat Ingin Menolong dari Serangan Anjing, Pria Ini Tak Sengaja Membunuh Tetangganya dengan Panah

"Jadi pelaku sudah tahu setelah mencekik korban yang juga anak kandungnya itu telah tewas. Ditinggalkan kerja lagi baru dibawa ke gorong-gorong sekolahnya untuk disembunyikan," kata Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto.

Melansir Kompas.com Seusai selesai bekerja sekitar pukul 21.00 WIB di hari yang sama, pelaku kembali ke TKP untuk menyembunyikan mayat anaknya di gorong-gorong sekolahnya SMPN 6 Tasikmalaya.

Setibanya di lokasi gorong-gorong, pelaku menyembunyikan mayat anaknya tanpa diketahui seseorang karena saat itu hujan deras sekitar pukul 22.00 WIB.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved