Mumtaz Rais Bela Zulkifli Hasan saat Loyalis Amien Rais Usulkan PAN Reformasi
Para kader PAN loyalis Amien menyerukan untuk mendidikan partai tandingan dengan nama PAN Reformasi.
"Jangan memprovokasi Pak Amien Rais menjadi cap stempel demi agenda politik pribadi dan ambisi kader yang kecewa," sambung Viva.
Viva menyakini, Ketua Umum PAN terpilih Zulkifli Hasan tidak mungkin memiliki niat untuk menyingkirkan Amien dari partai berlambang matahari putih. Apalagi, Amien merupakan salah satu pendiri PAN.
"Pak Amien identik dengan PAN. Bang Zulkifli, Bang Hatta Rajasa, mas Sutrisno Bachir itu murid dan santrinya Pak Amien. Sampai kapanpun, Pak Amien tidak tergantikan," ucap Viva. Ia melihat, ada persepsi yang kurang tepat atas pemahaman AD/ART PAN, sehingga menimbulkan salah tafsir.
"Yang dimaksud Pengurus DPP PAN itu terdiri atas pengurus di 'lembaga eksekutif', di Majelis Penasihat Partai, dan di Lembaga Partai," tuturnya.
"Di Pasal 23 AD pasal 52 ART PAN, telah diatur tentang Lembaga Partai, yang terdiri dari Dewan Kehormatan, Dewan Pakar, Dewan Instruktur Perkaderan Nasional, dan lembaga partai lain yang memiliki fungsi dan tugas khusus," sambungnya.
Ia pun menegaskan, hasil Kongres PAN di Kendari merupakan keputusan yang sah, legal, dan konstitusional. Di mana semua kandidat ketua umum telah berkontestasi dan proses pemilihannya berjalan lancar dengan peserta sah yang memiliki hak pilih.
Ujian Bagi Amien-Zulhas
Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio, polemik internal PAN menjadi ujian bagi Amien Rais dan Ketua Umum Zulkifli Hasan dalam menjaga soliditas dan kesatuan partai.
"Ujian bagi Amien Rais, apakah pak Amien akan tetap stay di PAN atau bikin PAN Reformasi. Ini ujian lah buat tokoh sekaliber Amien Rais, kira-kira bisa tidak dia menyelamatkan partai yang ia bangun," ujar Hendri Satrio kepada Tribunnews.com, Kamis (12/3)
"Ini juga ujian bagi kepengurusan Zulhas untuk menyikapi konflik yang ada hari ini. Karena pasti Zulhas tidak ingin diingat sebagai pengurus yang gagal membangun soliditas PAN," ucap Hendri Satrio.
Kalau berkaca pada sejarah, dia yakin PAN akan kembali bersatu. Selain ada kekuatan Muhammadiyah di balik PAN, kata dia, para kader juga ingin islah.
"Karena kan ada kekuatan Muhammadiyah juga di PAN. Tergantung Muhammadiyahnya bergerak ke mana. Saya yakin juga orang-orang di dalam PAN ingin islah dan hanya satu PAN di Indonesia," jelasnya.
Menurut peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Indria Samego, Amien Rais tak perlu mengikuti permintaan atau desakan dari sejumlah kader Partai Amanat Nasional (PAN) untuk membentuk PAN "Reformasi" atau partai baru.
"Amien Rais biarkan saja PAN tumbuh sesuai jamannya. Dia sudah cukup mengawal partai selama ini," ujar Indria kepada Tribunnews.com, Kamis (12/3).
Menurut dia, Amien Rais harus memberikan jalan kepada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan untuk memimpin dan membawa partai ke arah yang lebih baik. Jika tidak, imbuh dia, maka ini akan menjadi awal kehancuran bagi PAN yang termasuk didirikan dan dibesarkan Amien Rais.