Breaking News:

Antrean Penumpang Transjakarta Mengular, Yunarto: Ini Indikasi tentang Lockdown Bukan Sekedar Berani

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya merasa heran dengan pembatasan transportasi di DKI Jakarta.

Penulis: Rohmana Kurniandari | Editor: Wahid Nurdin
Tribunnews.com/Reza Deni Saputra
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya saat melakukan sesi wawancara di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

Transjakarta bahkan menjadi trending di media sosial Twitter akibat banyaknya publik yang membuat tanggapan.

Padatnya antrean penumpang Transjakarta juga menyita perhatian Yunarto Wijaya.

Melalui akun Twitternya, @yunartowijaya, mengunggah foto yang memperlihatnya antrean penumpang TransJakarta yang mengular panjang.

"Logika apa entah yg dipake sama pemprov DKI dgn ngurangi route bus trans jakarta & MRT...

orang dianggap semua punya kendaraan pribadi n naik ojek daring yg tarifnya baru naik???," tulis Yunarto, Senin (16/3/2020).

Antrean panjang penumpang TransJakarta, menurut Yunarto, merupakan indikasi jika DKI Jakarta memutuskan untuk lockdown, karena harus mempertimbangkan banyak hal.

Termasuk kesiapan logistik, transportasi, rumah sakit, hingga reaksi sosial dari masyarakat yang hidup dari penghasilan harian.

"Ini indikasi keputusan ttg lockdown bukan sekedar ttg berani atau gak, hrs ada persiapan matang, terkait kesiapan logistik, transportasi, rumah sakit, dan reaksi sosial dr org yg hidupnya dari penghasilan harian... potensi chaos kalo gak... IMO," tambahnya.

Penumpukan Penumpang di Halte TransJakarta

Penerapan layanan bus transjakarta yang hanya melayani 13 rute dengan headway 20 menit tampaknya tak berjalan mulus.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved