Virus Corona
Gaungkan Gerakan #dirumahaja, Najwa Shihab Bagi Tips Jitu Cegah Virus Corona: Lebay ? Jauh Dari Itu
Najwa Shihab mengajak masyarakat untuk melakukan segala aktivitas di rumah guna mencegah penyebaran virus corona.
Sebab diakui Najwa Shihab, virus corona adalah virus baru yang detailnya belum bisa dijelaskan dengan rinci.
Meski begitu, virus corona nyatanya memiliki kemampuan penyebaran yang tinggi dan cepat.
Karenanya, gerakan #dirumahaja menurut Najwa Shihab merupakan cara efektif guna menekan angka penyebaran virus corona.
"Covid-19 adalah virus yang sangat baru, ada banyak hal yang belum kita tahu soal virus ini. Tapi yang pasti virus ini punya kemampuan menyebar dengan sangat cepat dan orang yang terinfeksi walaupun tanpa gejala bisa menularkan ke siapa saja. Jadi harus bagaimana? Jaga jarak, hindari keramaian, #dirumahaja," sambung Najwa Shihab.
Berbagai kesulitan ketika melakukan gerakan #dirumahaja diakui Najwa Shihab memang tak bisa dihindarkan.
Namun lagi-lagi menurut Najwa Shihab, gerakan #dirumahaja nyatanya telah terbukti efektif mencegah penyebaran virus corona.
"Saya tahu ini sulit untuk dilakukan semua orang, tidak semua dari kita punya pilihan untuk melakukan itu. Tapi kenyataannya memang langkah itu adalah cara yang sudah terbukti efektif di negara lain. Hari ini, berprilaku soliter bisa menjadi tindakan solider. Soliter adalah solidaritas. Jaga jarak, hindari keramaian, #dirumah aja," pungkas Najwa Shihab.
• Presiden Jokowi Sudah Jalani Tes Corona, Ini Hasilnya
• Demi Cegah Corona saat Bepergian, 5 Aksi Heboh Artis Dunia Jadi Sorotan: Katty Perry Dipertanyakan
Update Kasus Virus Corona
Peningkatan jumlah kasus infeksi virus corona di dunia masih terus terjadi.
Hingga kini, lebih dari 140 negara di dunia telah melaporkan temuan kasus virus corona jenis baru penyebab Covid-19 ini.
Menurut data terbaru yang dikumpulkan oleh John Hopkins University, per Senin (16/3/2020), total ada 162.687 kasus infeksi virus corona yang telah dilaporkan di seluruh dunia.
Dari jumlah tersebut, terdapat 6.065 kasus kematian.
Sementara, 75.620 di antaranya telah dinyatakan sembuh.
Adapun jumlah kasus terbanyak masih tercatat di China, disusul Italia, Iran, Korea Selatan, dan Spanyol.
Atas kondisi wabah ini, sejumlah negara pun telah mendeklarasikan darurat nasional, di antaranya adalah Amerika Serikat, Spanyol, Kazakhstan, Hungaria, Republik Ceko, dan Italia.