Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Beda dari Daerah Lain, Warga di SulBar Ini Semangati Pasien Positif Corona yang Dijemput di Rumahnya

Respons warga Majene, Sulawesi Barat, saat ada orang yang dijemput karena positif terinfeksi virus corona, berbeda dengan masyarakat di daerah lain.

Editor: Sansul Sardi
SCMP/Xinhua
Ilustrasi - Dokter merawat pasien virus corona. 

Saat melayani, pasien tersebut awalnya hanya mengeluhkan batuk.

"Waktu saya tanya, pasien cuma mengeluhkan batuk-batuk. Padahal di surat rujukan tidak disebutkan ada sakit pneumonia atau gejala batuk dan lainnya. Tapi kok dia batuk-batuk terus. Baru setelah diperiksa dia suspect dan langsung diisolasi," ceritanya.

Setelah mengetahui hal itu, dia mengaku ketakutan dan langsung minum vitamin.

Selain itu, ia juga melakukan apa yang sudah dianjurkan pemerintah seperti cuci tangan, pakai masker dan lainnya.

Mulai Bosan dan Bingung Jalani WFH? Tenang, 10 Rekomendasi Film Ini Cocok Temani Anda di Rumah

Ucapan Pengunjung Lotte Kenakan APD Saat Belanja Sebelum Diusir Jadi Sorotan, Ini Video Viralnya

Baru belakangan dia mengetahui kabar bahwa pasien itu sudah dinyatakan positif corona.

"Pas sudah dinyatakan positif, lima hari kemudian saya sudah mulai ada gejala demam sampai 39,9 derajat dan mulai batuk-batuk di malam hari, tenggorokan rasanya sakit. Saat itu saya masih berusaha untuk tetap bekerja selama tiga hari. Baru setelah itu saya sudah enggak kuat dan pingsan," katanya.

Setelah itu, dia mengungkapkan dirinya langsung dirawat di ruang isolasi dan di-swab.

Kemudian, seiring kondisi dia yang sudah mulai sehat dan membaik, baru mengetahui kalau hasilnya dinyatakan positif.

Meskipun dia mengaku sempat shock namun namun dia tidak patah semangat dan tetap berpikiran positif.

Dia hanya berusaha berjuang untuk sembuh dari penyakitnya itu.

"Sekarang saya sudah sehat dan membaik. Sedang karantina mandiri di rumah, orang tua saya di Temanggung," jelasnya.

Namun kesedihan membuncah saat Ganjar menanyakan kabar keluarganya.

Sambil terisak, dia mengaku sudah memiliki anak usia dua tahun.

"Anak saya dua tahun Pak, sejak saya dinyatakan positif dan dikarantina, sampai sekarang saya belum berjumpa. Kangen sekali rasanya Pak," katanya sambil berurai air mata.

Dia mengaku hanya bisa melampiaskan rasa kangennya melalui video call.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved