Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Glenn Fredly Meninggal

Glenn Fredly Turut Berperan dalam Perdamaian di Ambon Lewat Sepak Bola

Glenn sempat kembali ke Ambon, Maluku, ketika konflik itu terjadi. Di sana, dia melihat warga dengan KTP Islam dan Kristen dipisahkan.

Instagram/glennfredly309
Glenn Fredly meninggal dunia. 

TRIBUNTERNATE.COM - Kabar duka menyelimuti Indonesia di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 yang sedang bergejolak di Tanah Air.

Musisi ternama berdarah Maluku, Glenn Fredly, meninggal dunia pada Rabu (8/4/2020) malam.

Kabar duka berpulangnya Glenn Fredly dibenarkan oleh rekan sesama musisi, Tompi.

"Telah berpulang saudara kami, Glenn friedly, malam ini. Mohon dimaafkan semua salahnya. Dia yang selalu hadir menggerakkan kita semua," tulis Tompi melalui pesan WhatsApp kepada Kompas.com, Rabu.

Unggahan Terakhir Glenn Fredly, Ucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Istri Mutia Ayu: Semesta Menjagamu

Banyak karya-karya musik dari Glenn Fredly yang bakal menjadi sejarah. Namun, ada juga karya dari film, yakni Cahaya dari Timur: Beta Maluku pada tahun 2014.

Film tersebut mengisahkan mantan pemain bola Indonesia asal Desa Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, Sani Tawainela, yang susah payah membangun perdamaian melalui dunia sepak bola di Maluku.

Glenn Fredly saat itu sebagai produser film. Sementara kursi sutradara diduduki oleh Dhimas Sasongko.

Glenn sangat antusias dengan film tersebut ketika kali pertama mendapat tawaran dari Dhimas Sasongko.

Kabar Duka, Glenn Fredly Meninggal Dunia

Pasalnya, dalam film tersebut memberi pesan perdamaian akibat konflik yang terjadi di Maluku pada tahun 1999.

Seperti diketahui, pada tahun 1999, warga Maluku pecah akibat konflik agama yang terjadi.

Glenn sempat kembali ke Ambon, Maluku, ketika konflik itu terjadi. Di sana, dia melihat warga dengan KTP Islam dan Kristen dipisahkan.

Tak ingin konflik itu kembali terungkit, Glenn memilih membuat film untuk memberikan pesan perdamaian.

Ketika riset untuk membuat film, Glenn menemukan cerita soal sopir ojek muslim di Maluku, Sani, yang membangun tim sepak bola agar anak-anak terhindar dari konflik.

"Dia (Sani) sempat menjadi tukang ojek, dan dalam keterbatasan itu dia mampu membangun sepak bola di desanya," kata Glenn, Kamis (16/1/2014).

"Kerja kerasnya itu menjadikannya sebagai pelatih bagi tim sepak bola Maluku U-15 dan mereka menang saat itu di Jakarta," tutur Glenn.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved