Minggu, 3 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Karni Ilyas Kritik PSBB DKI Jakarta & Kartu Pra Kerja Jokowi: Bisa Kasih Apa Pada Rakyat Kecil?

Karni Ilyas menyinggung sejumlah pekerjaan informal, mulai dari pedagang keliling hingga asongan.

Tayang:
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Karni Ilyas saat meluncurkan buku "40 Tahun Jadi Wartawan-Lahir Untuk Berita" di jalan Pandanaran, Kota Semarang, Jateng, Rabu (29/05/2013). Ia memaparkan perjuangan kehidupan sebelum sukses menjadi wartawan. 

TRIBUNTERNATE.COM - Wartawan senior sekaligus pemimpin redaksi TV One, Karni Ilyas, menanggapi penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). 

Pandemi virus corona atau Covid-19 hingga saat ini masih jadi perhatian masyarakat dunia, tak terkecuali Indonesia.

Guna mencegah penyebaran virusnya, pemerintah Indonesia mengambil inisiatif Pembatasan Sosial Berskala Besar alias PSBB.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menggunakan kartu prakerja untuk mengatasi banyaknya korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) imbas wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Pemerintah menganggarkan dana APBN sebesar Rp 10 triliun, sehingga nantinya setiap pekerja yang masuk korban PHK bisa mendapatkan honor berupa insentif sebesar Rp 1 juta per orang atau mengalami kenaikan dari skema sebelumnya yakni Rp 650.000.

Rupanya, dua upaya tersebut mendapatkan kritikan keras dari wartawan senior sekaligus pemimpin redaksi TV One, Karni Ilyas. 

Ia menilai, penerapan PSBB ini tak dibarengi dengan solusi ekonomi bagi rakyat miskin.

 

Pertanyakan Beda Data Pasien Corona di Pusat dan DKI Jakarta, Karni Ilyas: Pemerintah Tak Siap

Pemimpin Redaksi tvOne, Karni Ilyas dalam tayangan YouTube tvOneNews, Senin (13/4/2020).
Pemimpin Redaksi tvOne, Karni Ilyas dalam tayangan YouTube tvOneNews, Senin (13/4/2020). (YouTube tvOneNews)

Hal itu ia ungkapkan melalui tayangan YouTube TVOneNews, Senin (13/4/2020).

Karni Ilyas menyatakan banyak warga miskin yang terdampak PSBB.

Ia lalu memberi contoh warga yang memenuhi kebutuhan hidup dari pendapatan harian.

"Kalau itu saya tidak kaget (warga keluar rumah), dan kita enggak pernah menanya-nanyakan," ucap Karni Ilyas.

"Rakyatnya sendiri bagaimana? Sekarang kita sudah melaksanakan PSBB, pernah enggak ditanya kalau Anda PSBB bagaimana penghasilan Anda hari ini?" tanya Karni.

 

Menkes Tolak Pengajuan PSBB Sorong, Palangkaraya, dan Rote Ndao, Ini 9 Daerah yang Disetujui Terawan

Menurutnya, tak hanya tukang ojek yang terkena dampak penerapan PSBB.

Karni pun menyinggung sejumlah pekerjaan informal, mulai dari pedagang keliling hingga asongan.

"Jangan lihat tukang ojek aja ya, tapi tidak hanya tukang ojek," ucapnya.

Sumber: TribunNewsmaker
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved