Ramadan 2020

Mana yang Lebih Baik untuk Buka Puasa? Minum Air Dingin atau Air Hangat? Ini Penjelasan Dokter

dr. Dien menjelaskan minum air dingin atau es saat perut dalam kondisi kosong setelah puasa dapat memicu kontraksi pada lambung.

sajiansedap.com
Es campur buah istimewa 

TRIBUNTERNATE.COM – Bukan rahasia lagi, jika menu berbuka puasa identik dengan minuman dingin atau es yang menyegarkan.

Namun bagaimana menurut ahli kesehatan dengan fenomena ini? Apakah baik atau buruk?

Seperti diketahui banyak umat muslim di Indonesia rasanya jarang melewatkan kesempatan berbuka puasa dengan minum air dingin untuk melepas dahaga setelah menahan makan dan minum seharian.

Tapi tidak sedikit juga ada masyarakat yang kerap lebih memilih minum air hangat atau air biasa ketimbang air dingin tatkala menyantap menu buka puasa.

Terkait hal ini, beberapa dari Anda mungkin pernah menyimpan pertanyaan mengenai lebih baik mana sebenarnya antara minum air dingin atau air hangat saat berbuka puasa?

Resep hingga Tips Membuat Es Campur Buah Praktis dan Segar, Cocok untuk Menu Buka Puasa Hari Ini

Tak Kalah dari Dalgona, Ini Resep Menu Churros Oreo, Cocok Dinikmati saat Berbuka Puasa

Dokter sebut lebih baik minum air hangat

Dokter Umum RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Dien Kalbu Ady, mencoba membantu menjelaskan dari sudut pandang medis.

Menurut dia, alangkah baiknya bagi siapa saja untuk mengawali buka puasa dengan minum air hangat ketimbang air dingin.

Hal itu dikarenakan, minum air hangat atau air biasa tak akan banyak menimbulkan efek samping seperti ketika minum air dingin atau es.

dr. Dien menjelaskan minum air dingin atau es saat perut dalam kondisi kosong setelah puasa dapat memicu kontraksi pada lambung.

Hal itu dikarenakan, lambung baru saja menerima cairan dengan suhu yang jauh beda dari suhu tubuh.

Halaman
12
Editor: Sri Handayani1
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved