Breaking News:

Soal Kasus Ravio Patra, Mahfud MD: Pelajaran untuk Aparat Kita Menahan Diri

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengingatkan kepolisian atas penangkapan aktivis Ravio Patra.

Editor: Sri Handayani1
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD 

TRIBUNTERNATE.COM - Penangkapan aktivis Ravio Patra memang menjadi buah bibir publik.

Atas hal itu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengingatkan kepolisian kasus tersebut.

Di mana Mahfud meminta kasus tersebut menjadi pelajaran bagi aparat kepolisian agar lebih menahan diri untuk tidak menangkap seseorang sampai ada bukti yang kuat.

"Pelajaran untuk aparat kita menahan diri juga, kalau tidak ada bukti yang kuat, anggap saja itu sebagai kritik," kata Mahfud dalam sebuah video yang dibagikan Humas Kemenko Polhukam kepada wartawan, Sabtu (25/4/2020).

Fakta Penangkapan Aktivis Ravio Patra: Berawal Dugaan Akun WhatsApp Diretas hingga Tanggapan Istana

Begini Tanggapan Mahfud MD soal Wacana Penolakan Perpu No 1/2020 oleh DPR dan Gugatan MK

Ravio sebelumnya ditangkap polisi lantaran diduga mengirimkan pesan bernada penghasutan untuk melakukan kekerasan lewat akun WhatsApp.

Namun, Ravio mengaku bahwa akun WhatsApp-nya sudah diretas.

Belakangan, polisi pun melepas Ravio dan statusnya masih sebagai saksi.

Adapun telepon genggam Ravio yang menjadi barang bukti masih diselidiki di laboratorium forensik.

Mahfud mengatakan, tdiak bisa diingkari di masa sulit ini ada sekelompok orang yang terus menyebarkan berita provokatif dan mengajak masyarakat untuk melakukan keributan.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat waspada telpon genggamnya diretas dan dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan provokasi tersebut.

Mahfud MD: Kita Butuh Jutaan APD Jika Wabah Virus Corona Terjadi hingga September

Mahfud MD Blak-blakan Akui Tak Pernah Ditelepon Jokowi Semenjak Jadi Menko Polhukam, Kenapa?

"Karena biasanya orang-orang yang brutal itu kalau ingin menyembunyikan diri, salah satunya dengan meretas punya orang," ucap Mahfud.

Ia juga meminta masyarakat sipil berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan yang berpotensi memprovokasi masyarakat.

Menurut Mahfud, pemerintah sadar bahwa demokrasi meniscayakan adanya kritik.

"Kritik itu tidak dibunuh, tapi dalam gelombang kritik itu tidak dapat dipungkiri ada yang orang mau merusak dan tidak membuat penilaian objektif," ujar mantan hakim Mahkamah Konstitusi ini. (Kompas.com/Ihsanuddin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mahfud MD: Kasus Ravio Patra Pelajaran untuk Aparat"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved