Taufik Hidayat Bongkar Cara ASN Korupsi hingga Rp 1,5 Miliar dalam 1 Bulan: Omong Kosong Semua

"Makanya dia (koruptor) bilang kerja gua PNS (gaji) segini-segini, omong kosong semua," kata Taufik Hidayat.

KOMPAS/YUNIADHI AGUNG
Peraih medali emas cabang bulu tangkis di Olimpiade Athena 2004, Taufik Hidayat, memberikan sambutan dalam acara pengukuhan pengurus organisasi kemasyarakatan Barisan Indonesia di Jakarta, Minggu (10/11/2013). 

TRIBUNTERNATE.COM - Mantan pebulu tangkis tunggal putra nomor satu dunia, Taufik Hidayat, membeberkan cara Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa korupsi dalam jumlah besar. 

Taufik Hidayat mengakui korupsi di Indonesia masih merajalela.

Ia mengatakan korupsi bisa dilakukan oleh pejabat atau bahkan anggota Aparatur Sipil Negara (ASN) biasa sekali pun.

Oleh karenanya, keberadaan anti-rasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menjadi ujung tombak guna membongkar tindakan merugikan negara tersebut.

Korupsi banyak terjadi di berbagai lembaga pemerintahan Indonesia, termasuk bidang olahraga.

Kasus di bidang olahraga paling menggemparkan akhir-akhir ini adalah penangkapan Menteri Pemuda dan Olahraga era Kabinet Kerja 2014-2019, Imam Nahrawi.

Mantan Juara Dunia Bulu Tangkis Taufik Hidayat Kembali Diperiksa KPK Hari Ini

Taufik Hidayat turut dipanggil oleh KPK untuk meberikan kesaksian tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Imam Nahrawi.

Taufik Hidayat memberikan kesaksian dalam penyerahan uang sebesar Rp 1 miliar dari total Rp 20,148 miliar.

Jumlah dakwaan yang diterima oleh Imam Nahrawi sebesar Rp 20,148 miliar tersebut jika diperinci berasal dari suap Rp 11,5 miliar dan gratifikasi Rp 8,648 miliar dari sejumlah pejabat Kemenpora dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Taufik Hidayat mengakui mengantar uang Rp 1 miliar kepada asisten Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. Namun, dia sama sekali tidak tahu-menahu apa kegunaan dari uang tersebut.

Usai Diperiksa KPK, Mantan Menpora Imam Nahrawi Baca Selawat, Ini Alasannya

Halaman
12
Editor: Rohmana Kurniandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved