Selasa, 21 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Deretan Hikmah yang Bisa Umat Islam Petik dari Fenomena Matahari Tepat di Atas Kabah

Sejumlah hikmah atau makna terkait fenomena matahari tepat di atas ka'bah bagi umat Islam.

Editor: Sansul Sardi
https://bestofthesouthbay.com
ILUSTRASI - matahari bersinar terang 

TRIBUNTERNATE.COM - Fenomena matahari berada tepat di atas Kabah di hari ini menyedot perhatian berbagai kalangan.

Namun ternyata fenomena unik ternyata mempunyai makna yang bisa diambil.

Di mana ahli ilmu falak Dr. Muh. Nashirudin, MA. M. Ag. dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta membeberkan sejumlah hikmah atau makna terkait fenomena matahari tepat di atas ka'bah bagi umat Islam.

Selanjutnya, fenomena ini dalam kacamata ilmu falak disebut Istiwa' A'dham atau Rashdul Qiblah.

Nashirudin menjelaskan, hikmah pertama berkaitan dengan kewajiban ibadah shalat itu sendiri.

Ia menilai fenomena ini menjadi momentum tepat untuk umat Islam memperbaiki arah kiblat.

"Mayoritas umat Islam di Indonesia bermazhab syafi'i yang mana shalat menghadap kiblat merupakan hal penting."

"Adanya fenomena ini, di mana matahari berada di atas ka'bah kesempatan penting untuk kita mengecek kembali, musala, masjid, atau tempat shalat di rumah kita apakah sudah lurus dengan kiblat atau tidak," urainya.

Hari Ini Matahari Tepat di Atas Kabah, Saatnya Cek Arah Kiblat, Begini Caranya

Viral Video Gerombolan Burung Putih Mengelilingi Kabah Mirip Tawaf saat Sepi Jemaah Akibat Corona

Dr. Muh. Nashirudin, MA. M. Ag. dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. (IST)
Dr. Muh. Nashirudin, MA. M. Ag. dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. (IST) (Istimewa)

Hikmah kedua, fenomena Istiwa' A'dham atau Rashdul Qiblah ini kesempatan untuk mengkampanyekan masyarakat melek ilmu falak atau astronomi.

Bagi Nashirudin ibadah dalam agama Islam tidak hanya berfokus pada tata cara pelaksanaannya saja.

Akan tetapi juga ilmu sains yang berkaitan langsung dengan ibadah itu sendiri.

"Kita mulai melek ilmu falak atau astronomi, kita punya keilmuan terkait itu."

"Yang juga penting bahwasanya perhatian ibadah tidak hanya semata-mata ibadahnya saja."

"Sains terkait dengan ibadah itu juga penting," kata Nashirudin.

Terakhir Nashirudin mengatakan hikmah ketiga dari keberadaan fenomena ini berupa kesempatan umat Islam bersatu.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved