Breaking News:

Tanggapi Kerusuhan hingga Penjarahan di Amerika Serikat, SBY: Apa yang Sesungguhnya Terjadi?

Kematian George Floyd dianggap sebagai tindakan rasis aparat kepolisian kepada kelompok warga kulit hitam di Amerika Serikat.

Editor: Rohmana Kurniandari
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Keenam RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato saat malam kontemplasi di Kediamannya di Puri Cikeas, Jakarta, Senin (9/9/2019). Malam Kontemplasi tersebut memperingati 18 tahun Partai Demokrat, 70 tahun Susilo Bambang Yudhoyono dan 100 hari wafatnya Ibu Ani Yudhoyono. 

TRIBUNTERNATE.COM - Kematian warga Afrika-Amerika George Floyd akibat ditindih oleh petugas polisi dengan lutut hingga meninggal dunia memicu kegeraman warga Amerika Serikat.

Kematian George Floyd dianggap sebagai tindakan rasis aparat kepolisian kepada kelompok warga kulit hitam di Amerika Serikat.

Gelombang demonstrasi yang awalnya di Minneapolis meluas hingga ke sejumlah negera bagian di Amerika Serikat.

Gerakan anti-rasis ini pun meluas ke beberapa negara, termasuk di Inggris, Selandia Baru hingga Rusia. 

Demonstrasi yang disertai kerusuhan dan penjarahan di Amerika Serikat pun menjadi sorotan dunia, termasuk Indonesia.

Sering Terlihat di Foto Aksi Demo Rusuh George Floyd, Ternyata Ini Makna Kode ACAB dan 1312

Bertebaran Slogan dan Tagar Black Lives Matter di Aksi Demo George Floyd, Ternyata Ini Maknanya

Presiden Ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun ikut menanggapi peristiwa yang terjadi di negeri Paman Sam itu.

'Ada kobaran api di Amerika. Ada kerusuhan dan penjarahan di banyak kota.

Suasananya seperti 'perang'.

Puluhan ribu tentara yang ada di wilayah (national guard) sudah dikerahkan dan diterjunkan.

Ribuan pengunjuk rasa dan perusuh ditahan.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved