Gempa Bumi
Gempa Bumi M 5,1 Guncang Nias Utara Sumut Minggu (7/6/2020) Pagi, Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa dengan magnitudo 5,1 mengguncang barat laut Nias Utara pada pukul 06.50 WIB.
TRIBUNTERNATE.COM - Gempa bumi terjadi di wilayah Nias Utara, Sumatera Utara pada Minggu (7/6/2020) pagi.
Hal tersebut diinfokan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun Twitter @infoBMKG.
Gempa dengan magnitudo 5,1 mengguncang barat laut Nias Utara pada pukul 06.50 WIB.
Episenter terletak di koordinat 1.58 Lintang Selatan (LS) dan 97.05 Bujur Timur (BT).
Atau tepatnya berlokasi pada jarak 38 kilometer barat laut Nias Utara.
• Ratusan Rumah di 6 Kecamatan Dilaporkan Rusak Pasca Gempa Magnitudo 6,8 di Maluku Utara
• Gempa Bumi M 5,0 Guncang Jailolo Kamis (4/6/2020) Malam, Getaran Terasa hingga Ternate
Gempa berpusat di laut dengan kedalaman 27 kilometer.
Gempa terasa hingga Lahewa dan Gunung Sitoli.
"#Gempa Mag:5.1, 07-Jun-20 06:50:36 WIB, Lok:1.58 LU, 97.05 BT (Pusat gempa berada di Laut 38 km BaratLaut NIASUTARA), Kedlmn:27 Km Dirasakan (MMI) III Lahewa Nias Utara, II Gunung Sitoli #BMKG" tulis akun @infoBMKG.
Skala MMI dalam Kejadian Gempa
Apa yang dimaksud Skala MMI itu?
Skala MMI (Modified mercalli Intensity) adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa.
Skala MMI dibagi menjadi 12 berdasarkan informasi korban selamat dan kerusakan yang terjadi akibat gempa bumi tersebut.
I MMI
Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.
II MMI
Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang
III MMI
Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
IV MMI
Pada siang hari dirasakan oleh banyak orang dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan berbunyi.
V MMI
Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerbah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
VI MMI
Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI
Tiap-tiap orang kelaur rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik.
Pada bangunan yang kontruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.
VIII MMI
Kerusakan ringan pada banguna dengan konstruksi yang kuat.
Retak-retak pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.
IX MMI
Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak.
Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
XI MMI
Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah.
Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama seklai, tanah terbelah, rel melengkung sekali.
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.
Pemandangan gelap dan benda-benda terlempar ke udara.
(TribunTernate.com/Rohmana)