Kamis, 30 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Nanti Siang hingga Petang, Ini Tata Cara Salat Kusuf saat Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020

Berikut tata cara salat gerhana/salat Kusuf saat Gerhana Matahari Cincin (GMC) pada Minggu, 21 Juni 2020.

Tayang:
JOGJA.TRIBUNNEWS
BREAKING NEWS: Gerhana Matahari Cincin di Sumsel Diprediksi Tertutup Awan 

TRIBUNTERNATE.COM - Berikut tata cara salat gerhana/salat Kusuf saat Gerhana Matahari Cincin (GMC) pada Minggu, 21 Juni 2020.

Gerhana Matahari Cincin (GMC) kembali terlihat di sebagian langit di Indonesia pada bulan Juni 2020.

Dilansir Lapan.go.id, Gerhana Matahari Cincin dan Fase Bulan Baru akan terjadi pada Minggu, 21 Juni 2020.

Menurut catatan Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Pussainsa-LAPAN), Gerhana Matahari Cincin ini dapat diamati di sejumlah wilayah di Indonesia.

Wilayah yang tidak dapat melihat GMC sebagian adalah sebagian besar wilayah Jawa dan sebagian kecil wilayah Sumatera bagian selatan.

Sementara Fase Bulan baru terletak pada posisi bumi yang sama dengan Matahari, maka kemungkinan tidak akan terlihat di langit malam.

Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020, Ini Daftar Wilayah yang Bisa Saksikan, Lengkap Jadwal Waktu

 

lustrasi Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020 yang teramati berupa Gerhana Matahari Sebagian di Indonesia
lustrasi Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020 yang teramati berupa Gerhana Matahari Sebagian di Indonesia (Tangkap layar bmkg.go.id)

Karena adanya fenomena Gerhana Matahari Cincin, maka umat Islam pun dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunah gerhana/shalat Kusuf.

Pelaksanaan salat gerhana diawali berniat di dalam hati hingga salam, dilanjutkan khutbah.

Lalu, bagaimana tata cara melaksanakan shalat gerhana/shalat Kusuf yang benar?

Tata Cara Salat Gerhana Matahari Cincin Minggu 21 Juni 2020, Lengkap Bacaan Niat

Dilansir dari kemenag.go.id, berikut tata cara melaksanakan shalat gerhana:

a. Berniat di dalam hati

b. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa

c. Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih).

Hal tersebut sesuai dalam hadits yang diriwayatkan Siti Aisyah: “Nabi Saw. menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika salat gerhana.”(HR. ukhari no. 1065 dan Muslim no. 901); 

d. Ruku’ sambil memanjangkannya

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved