RUU PKS Diusulkan Ditarik dari Prolegnas Prioritas 2020, Wakil Ketua DPR: Itu Rasional

Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) diusulkan akan ditarik dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020.

Tribunnews/Jeprima
Gerakan Masyarakat Sipil (GEMAS) berdemonstrasi menuntut pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019). GEMAS mendesak pihak DPR khususnya Panja RUU PKS Komisi VIII agar segera membahas RUU P-S. Di dalamnya sendiri terdapat poin yang harus disahkan, yaitu menyepakati judul dan sistematika dari RUU PKS sendiri. 

TRIBUNTERNATE.COM - Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) diusulkan akan ditarik dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020.

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad memberikan komentar terkait hal itu. 

Ia menilai sudah sepantasnya RUU PKS ditarik dari Prolegnas Prioritas 2020. 

"Menurut kami apa yang diusulkan (Komisi VIII untuk ditarik) rasional karena RUU PKS menuai polemik di masyarakat," ujar Dasco di gedung DPR, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Ini 50 RUU yang Masuk Prolegnas Prioritas DPR pada 2020, RUU PKS hingga Perlindungan Data Pribadi

Menurutnya, polemik RUU PKS sudah berlangsung lama dan nantinya pasti akan disikapi Badan Legislasi (Baleg) DPR bersama pemerintah, sesuai mekanisme yang berlalu untuk mengeluarkan dari Prolegnas prioritas 2020.

"Ada mekanisme pencabutan RUU, apabila disepakati seperti RUU yang lain kemudian akan dikeluarkan dari Prolegnas Prioritas," papar Dasco.

Sebelumnya, Baleg DPR mengevaluasi Prolegnas prioritas 2020.

Dari hasil evaluasi tersebut, terdapat sejumlah rancangan undang-undang (RUU) yang ditarik dari Prolegnas prioritas 2020, salah satunya RUU PKS.

Wakil Ketua Baleg DPR Willy Aditya mengatakan, Komisi VIII mengusulkan menarik RUU PKS karena belum selesai sampai Oktober dan dipindahkan ke Prolegnas priotitas 2021.

(Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul RUU PKS Diusulkan Ditarik, Pimpinan DPR: Rasional Karena Tuai Polemik

Editor: Rohmana Kurniandari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved