Cerita Dibalik Busana Batik Achmad Yurianto hingga Masker Buatan Sang Istri yang Jadi Sorotan Publik
Penampilan Yurianto yang kerap mengenakan batik saat menyampaikan informasi Covid-19 setiap pukul 15.30 WIB menjadi sorotan.
Sama halnya seperti Yurianto, Yuliarti juga berprofesi sebagai dokter. Keduanya merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya.
Di sela-sela kesibukannya, Yuliarti senang menjalani hobi menjahit dan membuat berbagai kerajinan tangan. Hasil karyanya kerap diunggah di akun media sosialnya.
Beberapa baju yang dikenakan Yuri dalam penampilan di media juga dijahit sendiri oleh sang istri.
Yuliarti menuturkan, masker kain yang dipakai suaminya mayoritas dijahit sendiri olehnya.
"Kebetulan saya hobi mainan kain. Jadi koleksi kain percanya banyak," tuturnya.
"Ketika kita harus memakai masker kain, saya jahit saja kain-kain perca yang ada. Bapak tinggal pilih saja yang cocok dengan bajunya," ucap Yuliarti.
Selain untuk keluarga, dia juga menjahitkan masker untuk rekan-rekannya.
Yuliarti mengungkapkan, banyak temannya ingin dibuatkan masker dari kain batik.
"Dan minta motifnya beda-beda. Pusing kan saya," katanya sambil bercanda.
"Akhirnya mulai belajar membatik sendiri. Mengalir begitu saja kok. Saya jahit masker awalnya karena ingin berbagi," kata Yuliarti.
Saat Achmad Yurianto melihat ada masker batik yang dijahitnya, masker itu lantas dipakai.
Menurut Yuliarti, hal tersebut untuk memberi contoh bahwa masker kain bisa dibuat sendiri dengan bahan yang ada di rumah.
"Beliau berkenan memakainya. Untuk memberi contoh bahwa masker kain itu bisa dibuat sendiri dengan kain yang ada di rumah. Salah satunya batik," kata Yuliarti.
Namun, saat disinggung apakah jargon "Maskerku melindungimu, maskermu melindungiku" mungkin terinspirasi dari masker buatannya, Yuliarti menampik.
Menurutnya, jargon itu murni ide suaminya.