Breaking News:

Amankah Mobil Lawas Gunakan BBM Oktan Tinggi Jika Premium Dihapus?

Jika nantinya premium benar-benar dihilangkan tentunya kendaraan yang biasanya menggunakan BBM jenis tersebut terutama kendaraan lawas

Editor: Sri Handayani1
pertamina.com
PT Pertamina 

TRIBUNTERNATE.COM - Rencana Pemerintah menghilangkan bahan bakar jenis minyak ( BBM) jenis premium mulai 2021 menuai beragam respon.

Di mana sebagai tahap awal, ada tiga wilayah yang tidak akan lagi mendapatkan pasokan BBM jenis premium yakni di Jawa, Madura dan Bali.

Sementara untuk wilayah lainnya di Indonesia akan dilakukan penghapusan BBM secara berkala.

Jika nantinya premium benar-benar dihilangkan tentunya kendaraan yang biasanya menggunakan BBM jenis tersebut terutama kendaraan lawas otomatis harus berganti dengan yang lainnya, misalkan pertalite atau pun pertamax.

Baca juga: Ini Kata Pertamina Soal Pemerintah Sebut Premium Akan Dihapus Pada 1 Januari 2021

Baca juga: Ahok Bongkar Aib Pertamina, Andre Rosiade Minta Jokowi & Erick Thohir Copot BTP: Timbulkan Kegaduhan

Lalu amankan kendaraan yang biasa menggunakan premium lantas berganti dengan jenis lain yang memiliki nilai oktan yang tentunya lebih tinggi?

Seorang petugas sedang mengisi bahan bakar jenis Pertamax di SPBU 34-16102 di Jalan Raya Pajajaran, Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (10/10/2018).
Seorang petugas sedang mengisi bahan bakar jenis Pertamax di SPBU 34-16102 di Jalan Raya Pajajaran, Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (10/10/2018). (KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAH)

Mengingat penggunaan bahan bakar ini juga harus menyesuaikan dengan kompresi dari masing-masing kendaraan.

Menanggapi hal itu, Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor ( ADM), mengatakan, penggunaan bahan bakar yang bagus adalah yang sesuai dengan rasio kompresinya.

Setiap tipe kendaraan tentunya sudah disesuaikan dengan jenis bahan bakar yang akan digunakan nantinya.

“Misalnya kendaraan dengan rasio kompresi 1:10 ke atas paling efektif memakai bbm RON di atas 90,” kata Bambang kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Tetapi, jika mobil lawas dengan kompresi rendah dipaksa menggunakan bensin beroktan tinggi jelas akan berdampak di sektor mesin.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved