Ahok Bongkar Aib Pertamina, Andre Rosiade Minta Jokowi & Erick Thohir Copot BTP: Timbulkan Kegaduhan
Andre Rosiade menilai pernyataan Ahok terkait bobroknya perusahaan BUMN dapat menimbulkan kegaduhan.
TRIBUNTERNATE.COM - Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dari jabatan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero).
Permintaan Andre Rosiade agar Ahok dicopot tak terlepas dari pernyataan perihal aib Pertamina.
Andre Rosiade menilai pernyataan Ahok terkait bobroknya perusahaan BUMN dapat menimbulkan kegaduhan.
Diberitakan sebelumnya, Ahok membongkar bobroknya perusahaan yang ia pimpin, yakni Pertamina dan Perum Percetakan Uang RI (Peruri).
• Ini Alasan Ahok Usulkan Agar Kementerian BUMN Dibubarkan
• Penghina Ahok dan Puput Ternyata Tergabung dalam Komunitas Veronica Lovers, Ini Motif Pelaku
Melansir Tribunnews, Ahok mengaku sempat jengkel terhadap para direksi di perusahaan minyak tersebut.
Pasalnya, Ahok mendapati pergantian direktur tanpa memberikan sepengetahuan dirinya secara langsung.
Ia menilai, bahkan beberapa direksi Pertamina ada yang bermain aman dengan melobi menteri.
Hal itu disampaikan Ahok dalam cuplikan video yang diunggah oleh channel YouTube POIN pada Senin (14/8/2020).
"Ganti direktur pun bisa tanpa kasih tahu saya. Saya sempat marah-marah juga. Jadi direksi-direksi semua mainnya, lobinya ke menteri," kata Ahok.
Bahkan, ia menyebut jika para komisaris di BUMN sebagian adalah titipan dari para Kementerian.
"Komisaris pun rata-rata titipan dari kementerian-kementerian," tambahnya.
Demi menghalangi langkah tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengaku punya cara agar hal tersebut tidak terulang yakni dengan memangkas birokrasi di Pertamina.
Menurut Ahok, dengan begitu setiap insan Pertamina dapat memiliki kesempatan yang sama untuk menduduki jabatan Senior Vice President (SVP).
"Saya potong jalur birokrasi mereka. Pertamina itu mau naik pangkat itu meski pakai Pertamina refund level," ucap Ahok.
"Jadi orang meski kerja sampe SVP itu sampai 20 tahuan ke atas. Saya potong sekarang. Semua mesti lelang terbuka," tegasnya