Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Makodam Jaya Dibanjiri Karangan Bunga, Fadli Zon Singgung Era Ahok: Mending Buat yang Membutuhkan

Fadli Zon menyoroti banyaknya karangan bunga yang terpampang di depan Markas Kodam Jaya, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (23/11/2020).

Editor: Sansul Sardi
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Suasana karangan bunga di depan Makodam Jaya, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (23/11/2020). 

TRIBUNTERNATE.COM - Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon, menyoroti banyaknya karangan bunga yang terpampang di depan Markas Kodam Jaya, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (23/11/2020).

Karangan bunga tersebut dikirim dari berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk apresiasi kepada Pangdam Jaya Mayjend TNI Dudung Abdurahman atas tindakan yang telah dilakukan.

Sekiranya lebih dari 170 karangan bunga berjajar rapi di depan Makodam Jaya.

Alhasil, hal ini menarik perhatian sejumlah masyarakat, khususnya pengendara yang melintas.

Beberapa dari mereka turut mengabadikan momen tersebut dengan membuat kilasan video ataupun berfoto.

Ratusan karangan bunga yang memenuhi Makodam Jaya itu rupanya juga mendapat sorotan dari Fadli Zon.

Ia menilai kedatangan ratusan karangan bunga tersebut hanya membuang-buang uang saja.

Lebih baik, kata Fadli Zon, pihak yang mengirimkan karangan bunga tersebut menggunakan uang mereka untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga: Tak Hanya Karangan Bunga, 3 Artis Ini Sambangi Markas Kodam Jaya Beri Dukungan kepada TNI

Baca juga: Halaman Markas Kodam Jaya di Cawang Kebanjiran Ratusan Karangan Bunga hingga Jadi Latar Foto Selfie

Fadli Zon juga menyinggung peristiwa tersebut seperti pada era Ahok. 

Pasalnya, hal itu serupa dengan momen ketika Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dijebloskan ke penjara atas kasus penistaan agama pada tahun 2017 silam.

Kala itu, halaman Balai Kota DKI Jakarta dipenuhi ribuan karangan bunga dari berbagai pihak.

"Ketimbang buang2 uang utk karangan bunga model zaman Ahok lalu, mending dikasih utk mereka yg membutuhkan. Salam akal sehat," tulis Fadli Zon, Senin (23/11/2020).

Tanggapan Pangdam Jaya

Melansir Wartakotalive.com, Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman mengatakan, pihaknya mengapresiasi bentuk dukungan yang diberikan masyarakat terhadap tindakan aparat selama ini.

“Saya lihat itu ada bunga-bunga ucapan selamat kepada pangdam dan kapolda tentunya, di situ ada TNI-Polri. Dukungan itu tidak hanya sekedar untuk TNI saja, tapi polisi juga,” ucap Dudung, Senin (23/11/2020). 

Dudung menambahkan pihaknya bersama unsur polisi dalam hal ini Polda Metro Jaya tentunya membutuhkan dukungan dari masyarakat untuk menciptakan rasa aman. 

“Kami minta dukungan itu untuk melaksanakan tugas. Saya dengan kapolda di Jakarta ini untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata Dudung. 

Selain itu jangan sampai momentum penurunan baliho dan spanduk Rizieq Shibab yang telah dilakukan sekarang ini, berhenti ditengah jalan demi memberikan rasa aman. 

“Kalau istilah dalam dasar-dasar serangan itu momentum serangan jangan sampai terhenti. Jadi terus kita lanjutkan tugas ini, yang penting untuk kepentingan rakyat khususnya di Jakarta,” tegas Dudung. 

Baca juga: Kritik Pangdam Jaya Copot Baliho Habib Rizieq, Fadli Zon: Mau Hidupkan Lagi Dwifungsi ABRI

Baca juga: Anggota TNI Sambut Rizieq Shihab Kena Sanksi, Fadli Zon: Jangan Perlakukan Prajurit seperti Kriminal

Karangan Bunga untuk Ahok Raih Rekor Muri

Peristiwa kali ini rupanya tak jauh berbeda dengan zaman Ahok di tahun 2017 silam. 

Bahkan, pendiri Museum Rekor Indonesia (Muri) Jaya Suprana memberikan piagam rekor "Parade Papan Bunga terpanjang" kepada Ahok dan Djarot Saiful Hidayat yang kala itu menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. 

Piagam telah diberikan oleh Jaya kepada perwakilan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/5/2017) lalu. 

"Berhubung sama-sama sibuk, saya dan Gubernur DKI Jakarta sulit jumpa, maka kami sepakat piagam Muri dikirim ke Balai Kota pada Kamis pagi kemarin," kata Jaya melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Jumat (5/5/2017).

Awalnya, pihak Muri mencari siapa penggagas karangan bunga yang diberikan untuk Ahok dan Djarot.

Namun, Jaya mengaku kesulitan mencari orang atau pihak penggagas karangan bunga itu. Akhirnya diputuskan bahwa yang menerima piagam rekor tersebut Ahok dan Djarot, sesuai nama yang tertera di tiap karangan bunga.

"Muri memutuskan pihak penerima (piagam) adalah Pak Ahok dan Pak Djarot yang memang secara de facto adalah penerima parade papan bunga terpanjang," tutur Jaya.

Dari informasi terakhir yang dihimpun, jumlah papan atau karangan bunga untuk Ahok dan Djarot pada Selasa (2/5/2017) pagi mencapai 5.016.

Karangan bunga awalnya diletakkan di dalam kompleks Balai Kota DKI Jakarta, kemudian sampai diletakkan mengelilingi kawasan Monas dan sekitarnya karena keterbatasan tempat di Balai Kota.

(TribunTernate.com)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved