Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Gunung lle Lewotolok 2 Kali Meletus Disertai Dentuman Keras Hari Ini, Warga Diimbau Tetap Waspada

Erupsi pertama pukul 09.42 WITA terekam seismogram beramplitudo maksimum 28 mm dan berlangsung kurang lebih 22 detik.

Pos Kupang/Ricardus Wawo
Visual Gunung Ile Lewotolok pada Senin (30/11/2020) pagi sekitar pukul 06.30 Wita. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa Gunung Api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dua kali meletus pada Rabu (2/12/2020).

Kepala Pos Pemantauan Gunung Ili Lewotolok Stanis Ara Kian mengatakan, erupsi yang terjadi pada pukul 09.42 WITA dan 11.07 WITA disertai dengan suara dentuman keras.

"Erupsi itu disertai dengan dentuman yang sangat keras, sehingga masyarakat kami minta untuk selalu waspada," katanya saat ditemui ANTARA di pos pemantauan, Rabu.

Erupsi pertama pukul 09.42 WITA terekam seismogram beramplitudo maksimum 28 mm dan berlangsung kurang lebih 22 detik.

Sementara Erupsi kedua terjadi pukul 11.07 WITA terekam di seismogram beramplitudo maksimum 30 mm dan berdurasi kurang lebih 40 detik.

Stanis mengatakan, gempa dan dentuman masih terus terjadi di Ili Lewotolok.

Baca juga: Ini Kata Mbah Rono Soal Gunung Semeru, Akankah Meletus Lagi dalam Waktu Dekat?

Baca juga: Aktivitas 3 Gunung Berapi Meningkat, Begini Kondisi Terkini Gunung Ile Lewotolok, Semeru dan Merapi

"Jika dibandingkan dengan tanggal 30 November lalu, erupsi beberapa hari terakhir tidak terlalu besar dan masih fluktuatif saja, kadang kecil kadang besar," katanya.

Meski intensitas erupsi dan dentuman kecil, ia mengimbau warga tetap waspada karena ada kemungkinan terjadi erupsi lanjutan.

Ia mencontohkan, setelah erupsi pertama pada 27 November, keadaan sempat tenang. Namun, pada 29 November erupsi besar yang disertai dentuman tiba-tiba terjadi lagi.

Saat ini status aktivitas Gunung Ili Lewotolok berada di level III atau Siaga.

"Selama status itu masih belum dicabut, masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas di daerah yang berada dalam jarak empat kilometer (dari kawah puncak)," katanya.

Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok berdampak ke Desa Jontona. Sebagian warga, termasuk orang tua, perempuan, dan anak-anak masih berada di desa tersebut.

Kawah gunung itu masih terlihat mengeluarkan asap tebal, tapi bukan asap tebal berwarna pekat seperti yang keluar saat erupsi 29 November 2020.

PVMBG menyarankan warga sekitar gunung menyiapkan masker dan perlengkapan untuk melindungi mata dan kulit dari dampak abu vulkanik.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hari Ini Gunung lle Lewotolok 2 Kali Meletus Disertai Dentuman Keras"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved