DPRD DKI Minta Gaji Naik saat Pandemi, Sudjiwo Tejo: Pasti Kenaikan Itu Bukan Buat Mereka Sendiri
Sudjiwo Tedjo menyindir anggota DPRD DKI yang justru meminta kenaikan gaji di saat angka kemiskinan meningkat tajam.
TRIBUNTERNATE.COM - Budayawan Sujiwo Tejo mengkritik sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta yang mengusulkan kenaikan gaji dan tunjangan untuk tahun 2021..
Seperti diketahui, dalam Rencana Kinerja Tahunan (RKT) 2021, 106 anggota anggota dewan diberikan anggaran sebesar Rp 888,68 miliar.
TONTON JUGA
Baca juga: Istana Akui Kekeliruan UU Cipta Kerja, Sujiwo Tejo: Rakyat dan UU Jangan Dijadikan Mainan, Pak
Baca juga: Bandingkan Pembangunan Jurassic Park dengan TMII, Sujiwo Tejo: Gak Usah Memaki, Karma Itu Keras
Berdasarkan hal tersebut berarti setiap anggota DPRD DKI Jakarta mendapat Rp 8.383.791.000, dalam setahun.
Dalam sebulan setiap anggota DPRI DKI Jakarta bisa mengantongi penghasilan Rp 698,65 juta.
Besaran itu mencakup pendapatan langsung dan tidak langsung.
Pendapatan langsung meliputi uang representasi, uang paket, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, dan tunjangan beras.
Selain itu, ada tunjangan komisi, tunjangan badan, tunjangan perumahan, tunjangan komunikasi, dan tunjangan transportasi.
Sementara pendapatan tak langsung meliputi uang kunjungan dalam provinsi, luar provinsi, dan kunjungan lapangan komisi.
Bahkan, termasuk tunjangan reses, hingga kegiatan sosialisasi.
Usulan tersebut tentunya mendapatkan penolakan keras dari masyarakat, menginggat saat ini Indonesia sedang berada di masa pandemi virus corona.
Pantauan TribunJakarta.com budayawan Sudjiwo Tedjo menyampaikan komentar satirenya di media sosial Twitter, pada Kamis (3/12/2020).
Sudjiwo Tedjo menyindir anggota DPRD DKI yang justru meminta kenaikan gaji di saat angka kemiskinan meningkat tajam.
"Jika berita ini benar, mari kita hargai Anggota DPRD DKI yg minta naik pendapatan di tengah meningkatnya kemiskinan masa pandemi.
Pasti kenaikan itu bukan buat mereka sendiri.