Profil Singkat Taj Yasin, Putra KH Maimoen Zubair sekaligus Wagub Jateng Calon Ketum PPP
Taj Yasin disebut sebagai kandidat kuat pucuk pimpinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
TRIBUNTERNATE.COM - Taj Yasin disebut sebagai kandidat kuat pucuk pimpinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Nama Wakil Gubernur Jawa Tengah itu, masuk dalam nama-nama yang mengerucut dipilih sebagai kandidat Ketua Umum PPP bersama Suharso Monoarfa dalam Muktamar XI PPP.
Diketahui, Muktamar XI PPP akan berlangsung pada 18-21 Desember 2020 mendatang.
Lalu bagaimana profil Taj Yasin yang merupakan putra ulama almarhum KH Maimoen Zubaer ini?
Gus Yasin, sapaan akrabnya, merupakan politisi yang berlatar belakang santri. Politisi kelahiran Rembang, Jawa Tengah itu menempuh pendidikan dasar dan menengah di MI Ghozaliyah dan MTs Ghozaliyah.
Selanjutnya ia menempuh pendidikan di MA Al Anwar yang merupakan pondok pesantren asuhan ayahnya. Selepas lulus dari MA Al Anwar, Gus Yasin menjadi pengajar di sana sejak 2010 hingga sekarang.
Gus Yasin lalu memulai karier politiknya dengan aktif menjadi pengurus PPP di Rembang. Lambat laun ia mulai menduduki jabatan pengurus PPP di DPW Jawa Tengah.
Pada Pemilu 2014 ia maju sebagai caleg dari PPP dan terpilih untuk menduduki kursi legsilatif di Jawa Tengah.
Pada 2018, Gus Yasin bersama kader PDI-P sekaligus Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mencalonkan diri di Pilkada Serentak 2018. Koalisi Ganjar-Gus Yasin didukung oleh partai pengusung utama PDI-P dan PPP serta Partai NasDem dan Partai Demokrat.
Ketika itu, pasangan Ganjar-Gus Yasin mampu mengungguli penantangnya Sudirman Said-Ida Fauziyah yang diusung Partai Gerindra, PKB, PAN, dan PKS.
Pasangan Ganjar-Gus Yasin memperoleh 58,78 persen suara sedangkan Pasangan Sudirman-Ida memperoleh 41,22 persen suara.
Adapun Muktamar PPP akan berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan. Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan hadir secara virtual di Muktamar XI PPP.
Mekanisme pemilihan dilakukan secara musyawarah mufakat dan berlanjut ke voting jika tidak dicapai kesamaan pendapat.
Dengan mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19, PPP menyelenggarakan muktamar secara fisik dan virtual di sepuluh daerah berbeda-beda atau dengan sistem zonasi.
Muktamar XI PPP digelar dengan sistem zonasi untuk menghindari terjadinya kerumunan di tengah pandemi Covid-19.