Breaking News:

Aturan Baru Naik KA Jarak Jauh, Dilarang Berbicara Langsung atau Lewat Telepon, Berlaku 9-25 Januari

Peraturan terbaru bagi penumpang kereta api jarak jauh tidak diperbolehkan berbicara satu arah maupun dua arah.

Tribunnews/Jeprima
Ilustrasi Kereta Api - Penumpang menunggu keberangkatan di atas kereta api jarak jauh di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2020). PT KAI kembali mengoperasikan Stasiun Gambir guna melayani penumpang kereta jarak jauh dengan enam keberangkatan. Suasana Stasiun Gambir yang setelah beberapa waktu lalu tampak sepi kini mulai terlihat ramai kembali. 

TRIBUNTERNATE.COM - Mulai hari ini, Senin (11/1/2021) wilayah Jawa dan Bali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kebijakan ini tidak hanya mengatur aktivitas masyarakat sehari-hari, tetapi juga menyasar berbagai bidang.

Mulai dari operasional tempat usaha hingga operasional transportasi umum dan juga yang berbasis daring atau online.

Terbaru, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan peraturan bagi penumpang kereta api jarak jauh. 

Di mana penumpang tidak diperbolehkan berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau secara langsung selama perjalanan.

Peraturan tersebut sesuai dengan Surat Edaran Kemenhub No 4 Th 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian dalam Masa Pandemi Covid-19.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro mengatakan peraturan terbaru berlaku untuk periode 9 hingga 25 Januari mendatang.

"KAI mendukung penuh kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 melalui moda transportasi kereta api," ujarnya dalam siaran pers, Senin (11/1/2021).

Baca juga: Naik Kereta Api Jarak Jauh Wajib Sertakan Bukti Rapid Test Antigen? Ini Kata KAI

Dalam peraturan tersebut, juga diberlakukan bagi penumpang yang perjalanannya kurang dari 2 jam tidak diperbolehkan makan dan minum.

"Pengecualian bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat-obatan dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Rohmana Kurniandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved