Cerita Ukar, Korban Selamat dari Longsor di Sumedang, 5 Jam Tertimbun, Kaki hingga Kepala Terluka
Seorang lansia bernama Ukar (80) menjadi satu di antara korban selamat longsor Sumedang.
TRIBUNTERNATE.COM - Bencana tanah longsor terjadi di Perum Pondok Daud, Kampung Bojongkondang, RT 3/10, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Sabtu (9/1/2020).
Bencana longsor terjadi dua kali, dengan rentang waktu kurang lebih 3,5 jam.
Longsoran pertama yang dipicu curah hujan tinggi dan kondisi tanah tidak stabil terjadi pada pukul 16.00 WIB.
Sementara itu, longsor susulan terjadi sekitar pukul 19.30 WIB.
Akibat longsor tersebut, 13 orang meninggal dunia, sedangkan 27 korban lainnya belum ditemukan.
Seorang lansia bernama Ukar (80) menjadi satu di antara korban selamat longsor Sumedang.
Tubuhnya sempat tertimbun di antara puing, tanah, dan bebatuan selama lima jam.
Saat ditemukan, tubuhnya tertelentang, dengan sekujur tubuh tertimbun, tak jauh dari rumahnya.
Amih, menantu Ukar, mengatakan, longsor menerjang rumah mertuanya tak lama setelah mertuanya selesai menunaikan salat Magrib.
Saat itu, mertuanya keluar untuk melihat kejadian longsor karena ada saudaranya yang tertimbun.
"Namun, tiba-tiba longsor susulan menerjang," ujar Amih, saat menemani mertuanya yang masih dirawat di Puskesmas Sawah Dadap, Minggu (10/1/2020).
Baca juga: Fakta-fakta Longsor di Sumedang: Kronologi, Jumlah Korban, hingga Bantuan Rp1 M dari Kemensos RI
Baca juga: Kisah Captain Didik Gunardi: Menumpang Sriwijaya Air SJ182 untuk Ambil Pesawat di Pontianak
Akibat kejadian itu, kata Amih, Ukar mengalami luka pada bagian kaki, tangan, punggung, dan kepala.
"Namun, sekarang stabil, saya sudah tenang lihatnya juga," ucapnya.
Amih tak mengerti bagaimana mertuanya bisa selamat.
"Ini rahasia Allah. Kita tidak tahu," ujarnya sambil terus mengucapkan kata syukur karena mertuanya selamat.