Minggu, 10 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Gempa di Sulawesi Barat

Panik Saat Evakuasi Gempa Mamuju, Seorang Wanita Tertabrak Motor

Seorang wanita tertabrak motor ketika berlari saat sedang evakuasi diri pada saat terjadi gempa di Mamuju, Sulbar.

Tayang:
Kolase Tribun Timur
Seorang wanita tertabrak motor karena panik saat gempa di Mamuju, Sulawesi Barat. 

TRIBUNTERNATE.COM - Seorang wanita tertabrak motor saat sedang evakuasi diri ketika terjadi gempa di Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (14/1/2021).

Wanita tersebut tertabrak motor saat sedang lari keluar rumah.

Korban terlihat panik, dan tidak menengok kanan kiri sebelum menyebrang jalan. 

Naas, dari arah kanan muncul sebuah motor berwarna putih sedang melaju, dan ia pun tertabrak. 

Dikutip dari TribunTimur.com, peristiwa kecelakaan tersebut terjadi di Kompleks Perumahan Axuri, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju.

Identitas korban berinisial S, seorang mahasiswi berumur 20 tahun.

Kecelakaan tersebut terekam dari CCTV Rumah Ketua DPRD Mamuju

Kasatlantas Polresta Mamuju, AKP Kemas Aidil Fitri, membenarkan adanya kejadian itu.

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 6.2 di Sulawesi Barat, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Kawasan Bukit dan Pesisir

Baca juga: Penjelasan BMKG tentang Gempa Bumi Magnitudo 5.9 dan 6.2 di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat

Ia menuturkan, kejadian itu terjadi sesaat setelah terjadi gempa yang mengguncang Mamuju dan sekitarnya. 

"Iya benar di Mamuju, kejadian pada saat panik terjadi gempa," kata AKP Kemas, saat dikonfirmasi via Whatsapp, Kamis (14/1/2021) malam.

Kemas menginformasikan saat ini korban sedang dirawat di RS Bhayangkara Mamuju.

Beruntung, korban tidak terluka parah akibat kecelakaan itu.

Kemas mengatakan kondisi korban saat ini dalam keadaan stabil, dan hanya menderita luka lecet.

"Laporan dari rekan-rekan kondisi (korban) dalam kondisi stabil, dengan luka lecet," ujar AKP Kemas 

Kemas juga menyampaikan, saat ini pihak kepolisian sedang menangani kasus ini.  

"Saat ini sudah ditangani pihak laka lantas," sambungnya. 

Sementara itu, pihak kepolisian masih mencari pengendara motor tersebut. 

Gempa Mamuju Magnitudo 6.2

Jumat (15/1/2021) dini hari, gempa susulan mengguncang Mamuju dengan kekuatan magnitudo 6.2. 

Gempa yang terjadi sekitar pukul 02.30 WITA tersebut berpusat di Majene dengan kedalaman 10 kilometer.

Dikutip dari TribunTimur.com, gempa terasa di beberapa daerah.

Mulai dari Mamuju, Mamuju Tengah, Mamuju Utara, Polewali Mandar, Pinrang, Pare-pare, Mamasa, Makassar dan Gowa ikut merasakan gempa yang berpusat di Majene tersebut.

Akibat gempa ini banyak bangunan rumah dan perkantoran yang ambruk.

Beberapa bangunan yang ambruk adalah RS Mitra Manakarra, Kantor Gubernur Sulbar, Hotel Matos Mamuju, serta Alfa Midi Jalan Pababari. 

Baca juga: Update Gempa Bumi Majene, Sulawesi Barat: 8 Meninggal Dunia, 637 Luka-luka

Baca juga: Foto-foto Gedung Pemprov Sulbar yang Ambruk akibat Gempa Bumi M 6.2 di Mamuju, Sulawesi Barat

Penjelasan BMKG

Diwartakan Tribunnews.com, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, BMKG, Bambang S Prayitno mengatakan gempa yang mengguncang Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik," ujar Bambang, Jumat (15/1/2021).

Menurut Bambang, sebelum gempa utama yang terjadi pada pukul 01.25 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukan adanya satu aktivitas gempa bumi pendahuluan dengan magnitudo 3.1. 

Kemudian, ada beberapa gempa bumi susulan dengan magnitudo lebih kecil daripada gempa utama.

"Hingga hari Jumat, 15 Januari 2021 pukul 02.20 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan enam aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo maksimum 4.1. Gempa bumi ini masih merupakan rangkaian gempa bumi pada Kamis, 14 Januari 2021 pukul 13.35 WIB dengan magnitudo 5.9," ujar Bambang. 

BMKG juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Serta menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. 

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," kata Bambang. 

(TribunTernate.com/Qonitah Rohmadiena)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved