Breaking News:

Komjen Listyo Sigit Prabowo Jadi Calon Kapolri, LBH Jakarta Punya Harapan dan 12 Catatan Kritis

LBH Jakarta berharap kepada Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri baru untuk melaksanakan reformasi kepolisian secara maksimal.

Editor: Rizki A
Dok. Divisi Humas Polri
Komjen Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2020). 

TRIBUNTERNATE.COM - Komjen Listyo Sigit Prabowo telah dipastikan menjadi Kapolri yang baru menggantikan Jenderal Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun.

Terkait hal ini, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta berharap kepada Listyo Sigit untuk melaksanakan reformasi kepolisian secara maksimal.

LBH menitikberatkan catatannya soal isu pelanggaran HAM dan keterlibatan Polri dalam politik kekuasaan.

"Hal tersebut terkait erat dengan kegagalan reformasi di tubuh kepolisian," kata Direktur LBH Jakarta Arif Maulana dalam siaran persnya, Rabu (20/1/2021).

Terhitung ada 12 catatan kritis LBH yang disampaikan menyambut Kapolri baru. Berikut daftarnya:

1. Praktik Penyiksaan (Torture)

Sepanjang 2013-2016, LBH Jakarta menerima pengaduan terkait dengan praktik penyiksaan yang dilakukan oleh kepolisian dengan jumlah korban sebanyak 37 orang.

Kemudian pada saat melakukan Survei Anak Berhadapan dengan Hukum (“ABH”) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di Wilayah Jakarta 2018-2019, LBH Jakarta menemukan 20 orang anak yang menjadi korban penyiksaan pada saat proses penyidikan di tingkat kepolisian.

2. Pembunuhan di Luar Proses Hukum (Extra Judicial Killing)

Pada 2011, kepolisan menembak mati 1 orang (YBD) dengan dalih melawan petugas.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved