Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Waspada! Ini Daftar Wilayah Potensi Tinggi Terjadi Awan Cumulonimbus, Bahayakan Penerbangan

Waspada Awan Comulonimbus Beberapa Hari ke Depan, Ini Daftar Wilayah Rawan awan Cumulonimbus

SHUTTERSTOCK/Jeff Gammons StormVisuals via Kompas.com
Awan cumulonimbus. 

TRIBUNTERNATE.COM - Berikut daftar wilayah berpotensi tinggi terjadi awan Cumulonimbus (Cb) periode tanggal 25-28 Januari 2021. 

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengingatkan agar maskapai penerbangan mewaspadai adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus beberapa hari ke depan.

Hal ini ditegaskan oleh Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (23/1/2021).

Seperti diketahui, awan cumulonimbus adalah salah satu jenis awan yang bisa memicu terjadinya berbagai bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, badai petir, gelombang tinggi, curah hujan yang tinggi, tornado, puting beliung, waterspout, dan lain sebagainya.

Awan ini terbentuk di bagian bawah troposfer yakni lapisan atmosfer yang paling dekat dengan permukaan Bumi.

Karena penguapan dan efek rumah kaca, maka wilayah ini menghasilkan udara hangat yang memungkinkan terciptanya awan cumulus dan awan cumulonimbus.

Turbulensi yang diciptakan oleh gesekan antara udara dan permukaan bumi dikombinasikan dengan panas yang tersimpan dari matahari, sehingga membantu mendorong sebagian besar cuaca. 

Cumulonimbus juga sering disebut sebagai salah satu penyebab utama kecelakaan pesawat.

Salah satunya, meski masih diselidiki penyebab pastinya, namun jatuhnya pesawat Sriwijaya Air JT 182 beberapa waktu lalu, kemungkinan akibat faktor cuaca terkait dengan keberadaan awan cumulonimbus.

Berikut daftar wilayah berpotensi tinggi terjadi awan Cumulonimbus (Cb).

Untuk cuaca penerbangan berdasarkan prediksi untuk periode tanggal 25-28 Januari 2021, saat ini secara umum masih berpotensi tinggi terjadinya pembentukan awan-awan Cb yang dapat membahayakan penerbangan.

x
Gambar awan cumulonimbus. Awan cumulonimbus adalah awan yang mengandung banyak air dan petir, menyebabkan hujan deras dan bisa memicu angin puting beliung hingga tornado.(SHUTTERSTOCK/Jeff Gammons StormVisuals)

Awan Cb dengan presentase cakupan spasial maksimum antara 50-75 persen Occasional (OCLN) di prediksi terjadi di wilayah berikut.

  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Sumatera Barat
  • Sumatera Selatan
  • Lampung
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat (NTB)
  • Nusa Tenggara Timur (NTT)
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Selatan
  • Sulawesi Sealatan
  • Sulawesi Tenggara
  • Papua Barat
  • Papua
  • Samudera Hindia barat
  • Perairan Bengkulu hingga Jawa Tengah
  • Perairan Utara Jawa Tengah
  • Laut Sumbawa
  • Laut Flores
  • Selat Makassar
  • Laut Sulawesi
  • Perairan selatan Bali hingga Nusa Tenggara Timur 
  • Samudera Hindia selatan Bali hingga NTT 
  • Laut Arafuru
  • Samudera Pasifik utara Papua
Ilustrasi pesawat terbang di tengah cuaca mendung dan awan cumulonimbus. Keberadaan awan cumulonimbus tidak hanya dapat memberi dampak cuaca ekstrem, tetapi juga mengganggu penerbangan.
Ilustrasi pesawat terbang di tengah cuaca mendung dan awan cumulonimbus. Keberadaan awan cumulonimbus tidak hanya dapat memberi dampak cuaca ekstrem, tetapi juga mengganggu penerbangan. (SHUTTERSTOCK/Skycolors)

Sedangkan, awan Cumulonimbus dengan presentase cakupan spasial lebih dari 75 persen (frequents/FRQ) selama 7 hari ke depan diprediksi terjadi di Samudera Hindia utara Australia Barat.

Oleh karena itu, Herizal mengatakan, BMKG terus mengimbau masyarakat dan semua pihak yang terkait dengan sektor transportasi, agar selalu meningkatkan kewaspadaaan terhadap cuaca signifikan atau potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di puncak musim hujan ini, demi mewujudkan keselamatan dalam layanan penerbangan.

Untuk mempercepat dan memperluas layanan informasi cuaca penerbangan, sejak 2018 BMKG menyampaikan update informasi prakiraan cuaca di seluruh bandara.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved