Virus Corona
Kasus Covid-19 di Indonesia Tembus 1 Juta: Duka Pemerintah, Sorotan Media Asing, Tanggapan Internis
Jumlah kasus infeksi Covid-19 di Indonesia yang telah menembus angka satu juta tentu mendapat sorotan dari berbagai pihak.
TRIBUNTERNATE.COM - Pandemi virus corona penyebab penyakit Covid-19 telah berlangsung selama hampir 11 bulan.
Diketahui, kasus infeksi Covid-19 pertama di Tanah Air diumumkan pada 2 Maret 2020 lalu.
Jumlah kasus Covid-19 yang terkonfirmasi pun semakin bertambah dan kini telah mencapai angka 1 juta.
Per Selasa (26/1/2021) pukul 12:00 WIB kemarin, angka kasus Covid-19 di Indonesia tercatat sebesar 1.012.350 setelah ada penambahan 13.094 kasus baru.
Sementara, angka kematian juga turut bertambah, yakni menjadi total 28.468 kasus.
Sebanyak 820.356 pasien telah dinyatakan sembuh.
Jumlah kasus infeksi Covid-19 di Indonesia yang telah menembus angka satu juta tentu mendapat sorotan dari berbagai pihak.
Mulai dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Dokter Penyakit Dalam (Internis) Zubairi Djoerban, hingga media asing.
1. Duka Pemerintah Disampaikan oleh Budi Gunadi Sadikin
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memanggil sejumlah menteri untuk rapat terbatas (ratas) membahas perkembangan kondisi pandemi di Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, sebagaimana diwartakan Kompas.com.
Dalam ratas itu, Jokowi menanggapi kasus Covid-19 yang telah mencapai lebih dari satu juta kasus pada Selasa (26/1/2021).
"Hari ini, Presiden memanggil ratas beberapa menteri dan saya dititipi pesan oleh Bapak Presiden, untuk menyampaikan ke seluruh rekan-rekan bahwa hari ini adalah hari di mana jumlah orang yang terpapar Covid-19 di Indonesia menembus angka satu juta orang," ujar Budi dalam konferensi pers daring yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa sore.
Baca juga: Jokowi Bakal Lantik Kapolri Listyo Sigit pada Rabu Pon, Ini Maknanya
Baca juga: Jokowi 3 Kali Rombak Kabinet hingga Lantik Kapolri pada Rabu Pon, Ini Kata Pengamat Budaya
Budi menyebut, angka akumulasi kasus Covid-19 pada Selasa itu bermakna dua hal penting.
Pertama, momen hari ini merupakan saat untuk berduka dengan perkembangan terakhir pandemi di Indonesia.
"Karena ada banyak saudara kita yang sudah wafat, ada lebih dari 600 tenaga kesehatan yang sudah gugur dalam menghadapi pandemi ini. Mungkin sebagian dari keluarga dan teman dekat kita juga sudah meninggalkan kita," kata Budi.
"Itu momen pertama yang harus kita lalui. Bahwa ada rasa duka yang mendalam dari pemerintah, dari seluruh rakyat Indonesia atas angka ini," ucap dia.
Kedua, Budi mengajak semua pihak untuk bekerja keras dalam mengatasi pandemi.
Dengan demikian, pengorbanan yang sudah dilakukan tenaga kesehatan itu tidak sia-sia.
"Bagaimana bekerja keras ke depannya bekerja sangat keras, bekerja ekstra keras," kata Budi.
"Angka satu juta ini memberikan satu indikasi bahwa seluruh rakyat Indonesia harus bersama dengan pemerintah bekerja bersama untuk atasi pendemi ini dengan lebih keras lagi. Kita teruskan kerja keras kita," ucap dia.

2. Sorotan Media Asing
Beberapa media asing turut menyorot isu angka kasus Covid-19 di Indonesia yang telah mencapai angka satu juta.
Dalam kanal Top News di kantor berita the Associated Press (AP), terdapat berita berjudul “Indonesia’s confirmed corona virus cases exceed 1 million” atau berarti “Kasus Virus Corona Terkonfirmasi di Indonesia Melebihi 1 Juta.”
Dikutip dari KompasTV, AP menulis bahwa angka ini dicapai hanya beberapa minggu sejak Indonesia memulai kampanye masif terhadap vaksinasi massal, dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang menerima vaksin Sinovac pertama kali di Indonesia.
Sementara, kantor berita AFP melaporkan lonjakan kasus infeksi virus corona di Indonesia dengan judul "Indonesia passes one million coronavirus cases" atau berarti "Indonesia telah Melampaui Satu Juta Kasus Virus Corona."
Baca juga: Profil Singkat Ambroncius Nababan, Tersangka Kasus Dugaan Rasisme terhadap Aktivis Natalius Pigai
AFP juga menyebutkan, dengan tingkat pengujian (testing) yang rendah di Indonesia, jumlah kasus infeksi sebenarnya diyakini jauh lebih parah dibandingkan dengan yang tercatat dengan angka.
Media Prancis itu juga mengabarkan bagaimana rumah sakit-rumah sakit di Indonesia kewalahan dengan kasus infeksi Covid-19.
Angka ini menjadikan Indonesia sebagai 'satu negara yang paling terdampak di Asia.'
Media AFP juga mengutip pernyataan pakar epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono yang mengatakan, "Menurut saya, kami telah mengalami 1 juta kasus Covid-19 sejak lama."
Dalam artikel berita itu, Pandu Riono mengibaratkan, "Kami masih mendaki gunung dan kami bahkan tidak tahu di mana puncaknya. Ini adalah pendakian yang tiada pernah berakhir."
Tak hanya AFP, media Australia ABC juga mengabarkan lonjakan kasus infeksi virus corona di Indonesia.
Artikel di media ABC diberi judul "Indonesia set to pass 1 million coronavirus cases as vaccinations roll out" atau berarti "Indonesia lampaui 1 juta kasus virus corona beriringan dengan peluncuran vaksin."
Kemudian, media Australia ABC menyorot bagaimana pendapat warga Indonesia tentang peraturan di tengah pandemi.
Seorang warga ibu kota Jakarta, Sabriyanti (42) mengatakan kepada ABC bahwa dirinya berharap pemerintah memberlakukan aturan jarak sosial yang lebih ketat.
"Seharusnya pemerintah lebih tegas, karena kita masih bisa melihat keramaian dan orang-orang yang tidak memakai masker," ujar Sabriyanti.

Terkait angka kasus yang mencapai satu juta, media Skotlandia Evening Express menyoroti seberapa banyak dosis vaksin yang dibutuhkan Indonesia.
Menurut media yang berbasis di Aberdeen itu, Indonesia akan membutuhkan hampir 427 juta dosis vaksin dengan perkiraan sebanyak 15 persen dosis mungkin terbuang percuma selama proses distribusi karena luasnya wilayah negara.
"Sebanyak 15 persen dosis vaksin mungkin terbuang percuma selama proses distribusi di negara dengan lebih dari 17.000 pulau itu, di mana transportasi dan infrastruktur masih terbatas di beberapa tempat," ungkap Evening Express.
Media itu juga mengulas tentang Jakarta dengan mewartakan bahwa ibu kota RI adalah tempat paling terdampak di Indonesia dengan total kasus infeksi 254.000 pada Selasa dan angka kematian mencapai 4.077 jiwa.
Baca juga: Foto Kondisi Terkini Rizieq Shihab yang Diisukan Sakit di Tahanan, Terlihat Tengah Diperiksa Dokter
Dokter spesialis penyakit dalam (internis) Prof. Dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM turut memberikan tanggapan mengenai kasus Covid-19 di Indonesia yang telah menembus angka 1 juta.
Melalui sebuah cuitan di akun Twitter @ProfesorZubairi, Selasa (26/1/2021), Zubairi Djoerban mengajak untuk berpikir sejenak dan menyadari betapa besar angka kasus infeksi tersebut.
Kemudian setelah berpikir, menurut Zubairi Djoerban, angka kasus sebesar ini harus bisa membuat masyarakat mengubah perilaku.
Menurutnya, apabila masyarakat tidak kunjung mengubah perilaku, maka tidak akan ada yang bisa berubah dari situasi pandemi ini.

Ketua Satgas Kewaspadaan dan Kesiagaan Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini juga menyoroti tingkat kematian akibat Covid-19 di Indonesia.
Ia menegaskan, persentase kasus kematian sebesar 2,8 persen adalah angka yang tidak rendah.
Ia pun mempertanyakan apakah masyarakat masih berpikir angka itu adalah pasien yang di-Covid-kan.
Apabila iya, maka masyarakat Indonesia memerlukan refleksi yang lebih dalam.

(TribunTernate.com/Rizki A.) (Kompas.com/Dian Erika Nugraheny) (KompasTV/Tussie Ayu)