Info BMKG
Sesar Lembang di Jawa Barat Masih Aktif, Daryono BMKG: Tak Seorang pun Tahu Kapan Gempa Kuat Terjadi
Keaktifan Sesar Lembang ditunjukkan dengan adanya aktivitas gempa-gempa kecil yang masih terjadi di sepanjang jalurnya.
Daryono menyebutkan, upaya monitoring Sesar Lembang oleh BMKG sudah dilakukan sejak lama.
Pada 1 Januari 1963 BMKG mulai memasang dan mengoperasikan Seismograph WWSSN (World Wide Standardized Seismograph Network) pertama kali di Lembang.
Jenis seismograf ini adalah Benioff Short Period 3 Komponen dan Sprengneter Long Period 3 Komponen.
Selain untuk memonitor gempa di wilayah Indonesia, seismograf ini juga dapat memonitor aktivitas Sesar Lembang.
Daryono menjelaskan, para pegawai BMKG juga sejak lama sudah mengamati adanya catatan gempa-gempa lokal pada seismogram analog di sekitar Lembang.
Berkat jaringan monitoring gempa digital (digital seismic network) yang dioperasikan BMKG, aktivitas gempa di jalur Sesar Lembang sejak tahun 2008 mulai dapat dimonitor dengan lebih baik.
Jaringan monitoring itu menggunakan sensor gempa dengan kawasan frekuensi yang lebar (broadband).
Namun, ini bukan berarti bahwa tidak ada aktivitas gempa bumi di Sesar Lembang sebelum tahun 2008.
Sebelum tahun 2008, aktivitas gempa bumi di Sesar Lembang masih jarang teridentifikasi karena belum ada banyak sensor gempa seperti sekarang ini.
Baca juga: Spanduk Bertuliskan Presiden Terburuk Melayang di Atas Rumah Donald Trump di Florida
Baca juga: Penyesalan Deden, Anak yang Gugat Ayahnya Rp3 Miliar: Minta Maaf, Ingin Sujud di Kaki Orangtua
Baca juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Tembus 1 Juta: Duka Pemerintah, Sorotan Media Asing, Tanggapan Internis
Daftar Sesar Aktif di Wilayah Jawa Barat
1. Sesar Cimandiri
Wilayah yang dilalui Sesar Cimandiri ini meliputi Pelabuhanratu, Sukabumi, Cianjur hingga Padalarang
2. Sesar Cipamingpis
Wilayah yang dilalui Sesar Cipamingpis adalah bagian timur wilayah Sukabumi dan wilayah barat Cianjur (sudah realease tahun 2018)