Breaking News:

Masih Ingat Gilang 'Fetish Kain Jarik'? Kini Dituntut 8 Tahun Penjara dan Denda Rp 50 Juta

Terdakwa kasus fetish kain jarik, Gilang dituntut delapan tahun penjara oleh jaksa penuntut umum.

Twitter
Penyimpangan seksual fetish kain jarik viral di media sosial 

TRIBUNTERNATE.COM - Masih ingat dengan Gilang, pelaku fetish kain jarik?

Namanya sempat menghebohkan jagat maya karena diduga melakukan pelecehan seksual fetish kain jarik. 

Diketahui, fetish adalah sebuah kelainan atau gangguan kejiwaan seseorang yang mempunyai ketertarikan terhadap suatu objek sebagai fantasi seksual.

Fetish tersebut membuat sosok Gilang meminta korban membungkus dirinya menggunakan kain jarik.

Setelah dibungkus, korban lalu masih diminta untuk menali diri seperti seorang mayat.

Kini, terdakwa kasus fetish kain jarik bernama lengkap Gilang Aprilian Nugraha tersebut dituntut delapan tahun penjara oleh jaksa penuntut umum dalam sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (27/1/2021).

"Selain dituntut 8 tahun penjara, terdakwa juga didenda Rp 50 juta, atau tambahan kurungan 6 bulan jika tidak mampu membayar denda," kata I Gede Willy Pramana, jaksa penuntut umum dalam kasus tersebut, saat dikonfirmasi, Kamis (28/1/2021).

Baca juga: Gilang, Pelaku Fetish Kain Jarik Mengaku Miliki Kelainan Seksual Sejak Kecil

Baca juga: Viral Sosok Gilang Si Predator Seks Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Korban Dibungkus Bak Pocong

Willy mengatakan, terdawa tebukti melanggar Pasal 82 Ayat (1) juncto Pasal 76E UU Nomor 17 Tahun 2016 juncto UU Nomor 35 Tahun 2014 jo 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Kasus dugaan pelecehan seksual fetish kain jarik ini pertama kali dibongkar salah satu korban di media sosial Twitter pada Kamis (30/7/2020).

Akun @M_fikris membuat utas tentang aksi seorang mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) yang memintanya membungkus badan dengan kain jarik atau batik selama tiga jam.

G beralasan hal itu untuk riset. Terkait kejadian itu, Unair Surabaya memutuskan untuk mengeluarkan G dari kampus.

Polisi kemudian menerima laporan dari tiga korban dan mulai melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap G di Kalimantan Tengah.

Unair memutuskan mencopot status mahasiswa terduga pelaku pelecehan seksual itu.

G dianggap melanggar kode etik mahasiswa dan mencoreng nama baik Unair.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pelaku Fetish Kain Jarik Dituntut 8 Tahun Penjara, Denda Rp 50 Juta"
Penulis : Kontributor Surabaya, Achmad Faizal
Editor : Robertus Belarminus

Editor: Rohmana Kurniandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved