Lima Fenomena Langit selama Bulan Februari 2021: Ada Konjungsi Tripel Venus-Jupiter-Saturnus
Bagi Anda pecinta pemandangan langit, wajib mencatat beberapa fenomena langit Indonesia yang akan hadir di bulan Februari 2021 ini.
TRIBUNTERNATE.COM - Setiap bulannya, ada berbagai fenomena langit yang terjadi dan menarik untuk diamati, tak terkecuali pada bulan Februari 2021.
Di Indonesia, akan ada setidaknya lima fenomena langit yang menarik pada bulan ini menurut astronom amatir Indonesia, Marufin Sudibyo.
Mulai dari obyek 2020 SO yang melintas dekat Bumi, Konjungsi Tripel Venus-Jupiter-Saturnus, Bulan Sabit Termuda, Asteroid 2020 XU6 melintas dekat Bumi, dan Konjungsi Tripel Merkurius-Jupiter-Saturnus.
Yuk simak penjelasannya berikut:
1. Obyek 2020 SO: 2 Februari 2021
Fenomena langit pertama adalah Obyek 2020 SO lewat dekat Bumi kembali pada Selasa 2 Februari 2021.
Marufin menjelaskan, obyek ini ditermukan pada September 2020 oleh sistem penyigian langit Pan-STARRS di Observatorium Haleakala, Hawai (Amerika Serikat).
"Obyek 2020 SO sekarang telah dipastikan sebagai sampah antariksa," kata Marufin kepada Kompas.com, Senin (1/2/2021).
Baca juga: 7 Fenomena Langit di Bulan Desember 2020: Ada Asteroid Lewat Bumi hingga Hujan Meteor Geminid
Baca juga: 6 Fenomena Langit Bulan Agustus 2020: Komet Neowise (C/2020 F3) Muncul Seminggu Pertama Bulan Ini
2. Konjungsi Tripel Venus-Jupiter-Saturnus: 11-12 Februari 2021
Konjungsi tripel Venus-Jupiter-Saturnus adalah peristiwa seakan berkumpulnya planet Venus, Jupiter dan Saturnus dalam satu lokasi yang sama jika dilihat dari Bumi.
Marufin berkata, ketiga planet ini akan nampak membentuk sebuah segitiga dengan lebar bidang pandang kurang dari 10 derajat, sehingga bisa diabadikan dengan kamera sederhana.
"Konjungsi terjadi di pagi hari sebelum Matahari terbit," ucap dia.
3. Bulan sabit termuda (hilal): 11 Februari 2021
Bulan sabit termuda atau hilal penentu awal bulan kalender Rajab (bulan keenam) dalam kalender 1442 Hijriyah akan terjadi pada Kamis (11/2/2021).
Di Indonesia, kata dia, fenomena langit ini diperhitungkan akan setinggi minus 4,75 derajat hingga minus 3 derajat pada saat Matahari terbenam. Sehingga, diprakirakan telah terbenam lebih dulu sebelum Matahari terbenam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/2020-so-asteroid.jpg)