Breaking News:

Rocky Gerung Sebut Pernyataan Jokowi Paradoks: Setelah Ngomong Kritik, Ditunggu UU ITE

Terkait pernyataan Presiden Jokowi yang meminta masyarakat untuk aktif menyampaikan kritik, Rocky Gerung menyebut pernyataan Jokowi adalah paradoks.

Kolase Serambinews
Rocky Gerung dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) 

TRIBUNTERNATE.COM - Pengamat politik Rocky Gerung menyampaikan tanggapannya terkait pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta masyarakat untuk aktif menyampaikan kritik. 

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi dalam peluncuran Laporan Tahunan Ombudsman RI tahun 2020

Menanggapi hal itu, Rocky Gerung menyebut pernyataan Jokowi adalah paradoks.

Hal ini karena, Jokowi seolah-olah menyebut pemerintah tidak anti kritik, tetapi di lain sisi, para pengkritik diproses secara hukum.

"Jokowi berusaha untuk memberikan semacam sinyal bahwa kami tidak anti kritik, tapi di saat yang sama, dia suruh orang untuk perkarakan si pengritik. Itu paradoks,” kata Rocky dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official, Kamis (11/2/2021).

Pernyataan ini kontradiktif karena, menurutnya, Jokowi seolah-olah mengatakan bahwa pendapat dan kritik masyarakat dijamin oleh kebabasan, akan tetapi, pada kenyataannya, kebebasan tersebut tidak sepenuhnya bebas karena dibayangi oleh UU ITE.

“Jadi seolah-olah bilang silakan kritik, oke, anda boleh ngomong. Omongan anda dijamin oleh kebebasan, tapi setelah anda ngomong kami tidak jamin kebebasan anda, kira-kira begitu. Setelah ngomong kebebasannya ditunggu oleh UU ITE,” lanjut Rocky Gerung. 

Fadjroel Rachman Pastikan Pemerintah Tak Punya Buzzer: Siapa Pun Boleh Mengkritik

Sujiwo Tejo Khawatir dengan Buzzer Penumpang Gelap: Nanti Para Kritikus Akan Berguguran, Itu Bahaya

Rocky Gerung dan Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Rocky Gerung dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Kolase Serambinews)

Rocky menambahkan, idealnya jika ucapan Jokowi itu serius maka semua tahanan politik harus dibebaskan.

Selain itu, pria kelahiran 1959 ini juga menyinggung soal buzzer.

Ia mengatakan, seharusnya tidak ada lagi buzzer-buzzer yang dikerahkan untuk menyerang pengkritik pemerintah.

Halaman
12
Penulis: Qonitah Rohmadiena
Editor: Rohmana Kurniandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved