Breaking News:

Dilaporkan atas Cuitan Wafatnya Maaher At-Thuwailibi, Novel Baswedan Ogah Beri Tanggapan

"Apa yang saya sampaikan itu adalah bentuk kepedulian terhadap rasa kemanusiaan," kata Novel pada Kamis (11/2/2021).

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyampaikan kata sambutan pada acara penyambutan dirinya kembali aktif bekerja, di pelataran gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/7/2018). Kegiatan itu sekaligus diselenggarakan untuk memperingati 16 bulan kasus penyerangan Novel Baswedan yang belum menunjukkan titik terang. 

TRIBUNTERNATE.COM - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tak mau menanggapi laporan atas dirinya terkait cuitan yang membahas meninggalnya Maaher At-Thuwailibi di rumah tahanan beberapa waktu lalu.

Diketahui, Novel Baswedan dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh DPP Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Mitra Kamtibmas (PPMK) atas dugaan ujaran provokasi dan hoaks di media sosial.

Laporan itu terkait kicauan Novel di Twitter yang mengomentari soal kabar meninggalnya Soni Eranata atau Maaher At-Thuwailibi di Rutan Bareskrim Polri, Senin (8/2/2021) malam.

Polisi menyebut Maaher meninggal karena sakit.

Terkait laporan tersebut, Novel Baswedan menyatakan, apa yang dilakukan adalah bentuk kepedulian terharap rasa kemansiaan.

Ia mengatakan, hampir tidak pernah kita dengar ada tahanan kasus penghinaan meninggal didalam ruang tahanan (rutan).

“Apa yang saya sampaikan itu adalah bentuk kepedulian terhadap rasa kemanusiaan,” kata Novel kepada Kompas.com, Kamis (11/2/2021).

"Jadi ini ada masalah, bukan hal wajar menahan orang yang sakit," ucap Novel.

Lebih lanjut, Novel enggan menanggapi pelaporan yang ditujukan kepadanya.

"Pelaporan itu aneh, dan tidak ingin saya tanggapi," kata dia.

Pernah Terjebak dalam Toxic Relationship, Agnez Mo Akui Sempat Salah Paham tentang Arti Kesetiaan

Suasana Duka Selimuti Kediaman Prie GS, Ganjar Pranowo hingga Sahabat Dekat Datang Melayat

Viral Foto Pengungsi Banjir di Kudus Shalat di dalam Gereja, Warganet: Indahnya Toleransi

Viral Guru Honorer Dipecat setelah Posting Gaji di Media Sosial, Dede Yusuf Prihatin Kepsek Otoriter

Halaman
123
Editor: Rizki A
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved