Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Nurdin Abdullah Terjaring OTT KPK, Ketua PDIP Sulsel Terkejut: Beliau Sosok yang Baik

"Dalam penilaian saya, Prof Nurdin Abdullah sosok yang baik, dekat dengan petani, dan sosok Muslim yang saleh," kata Ketua DPD PDIP Sulawesi Selatan.

Tribun Timur/Ikbal Nurkarim
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah saat mengunjungi Kabupaten Jeneponto, Jumat (25/1/2019). 

TRIBUNTERNATE.COM - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (26/2/2021).

Penangkapan Nurdin Abdullah membuat Ketua DPD PDI-P Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Ridwan Wittiri terkejut.

Andi Wittiri menilai, Nurdin Abdullah adalah sosok yang baik.

"Dalam penilaian saya, Prof Nurdin Abdullah itu sosok yang baik, dekat dengan petani, dan sosok Muslim yang saleh," kata Andi dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/2/2021).

Andi Wittiri mengatakan, PDI-P menghormati proses hukum yang berkeadilan di KPK.

Namun, ia mengatakan, harus ada klarifikasi terkait penangkapan Nurdin yang dilakukan KPK.

Sebab, kata Andi, Nurdin ditangkap dalam keadaan tidur dan dibangunkan oleh aparat hukum.

Baca juga: Kritisi Adanya Polisi Virtual, SAFEnet: Bakal Menimbulkan Ketakutan Baru, Polisi Masuk Ranah Privat

Baca juga: Bobby Nasution Jadi Wali Kota Medan, Kahiyang Ayu Dilantik Jadi Ketua Tim Penggerak PKK

Baca juga: Terjaring OTT KPK, Ini Profil Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah: Harta Kekayaan Rp51 Miliar

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 5.2 di Halmahera Selatan: BPBD Laporkan 3 Warga Luka Ringan, 45 KK Mengungsi

"Penangkapan itu bukanlah OTT dalam pengertian ada sebagai barang bukti atas kejadian tindak pidana korupsi. Hal itulah yang saya dengar langsung dari Prof Nurdin. Saat itu tidak ada dana di rumah Nurdin mengingat beliau saat itu sedang dalam keadaan tidur, lalu dibangunkan oleh aparat hukum," ucapnya.

Andi juga mengatakan, Nurdin merupakan orang yang dinilai patuh dalam menerapkan protokol guna menghindari gratifikasi.

Lebih lanjut, Andi mengaku, Nurdin sempat menghubungi dirinya sebelum dibawa KPK.

Nurdin, kata Andi, tidak tahu-menahu atas kejadian yang menimpanya.

"Dan (dia) menegaskan demi tanggung jawab pada Tuhan dan masyarakat, dunia dan akhirat, Prof Nurdin sama sekali tidak tahu-menahu atas kejadian yang menimpanya," pungkasnya.

Diusung PDIP

Adapun PDI-P merupakan partai pengusung Nurdin Abdullah pada Pemilihan Gubernur Sulsel 2018.

Nurdin dan Andi Sudirman Sulaiman diusung oleh PDI-P, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron membenarkan OTT terhadap Nurdin Abdullah pada Jumat malam.

Nurdin telah tiba di Gedung KPK Jakarta, Sabtu (27/2/2021) sekitar pukul 09.30 WIB.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Komisi KPK Ali Fikri mengatakan, pihaknya akan meminta keterangan terhadap enam orang yang terjaring dalam OTT tersebut.

Ali Fikri menuturkan, enam orang tersebut sudah berada di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

"Tim KPK akan segera melakukan permintaan keterangan terhadap pihak-pihak dimaksud dan dalam waktu 1x24 jam KPK akan segera menentukan sikap," kata Fikri dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu.

Ia membeberkan sedikit informasi soal enam orang yang akan dimintai keterangan tersebut, di antaranya kepala daerah, pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, dan pihak swasta.

Adapun kepala daerah yang dimaksud adalah Nurdin Abdullah.

"Perkembangannya akan kami informasikan lebih lanjut," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ketua PDI-P Sulsel: Nurdin Abdullah Tak Tahu-menahu atas OTT yang Menimpanya"
Penulis : Haryanti Puspa Sari

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved