Jumat, 8 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

PAN Tanggapi Nurdin Abdullah yang Diciduk KPK: Kepala Daerah harus Sabar Hadapi Ujian Kekuasaan

Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi mengaku kaget lantaran sosok Nurdin dinilai memiliki visi dan integritas.

Tayang:
Tribunnews/Jeprima
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri memberikan keterangan pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah oleh KPK, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2021) dini hari. Pada konferensi pers tersebut, KPK menyatakan telah menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah sebagai tersangka kasus proyek pembangunan infrastruktur karena diduga menerima gratifikasi atau janji. Selain Nurdin Abdullah, KPK juga menetapkan tersangka kepada Sekdis PUPR Sulsel, Edy Rahmat (ER) sebagai penerima dan Agung Sucipto (AS) selaku pemberi. 

TRIBUNTERNATE.COM - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah telah diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan suap proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. 

Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi mengaku kaget lantaran sosok Nurdin dinilai memiliki visi dan integritas.

Hal itu dibuktikan sewaktu Nurdin menjabat sebagai Bupati Bantaeng. 

"PAN merasa prihatin atas tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. Pada waktu itu di Pilkada, PAN bersama PDIP, PKS, dan PSI mengusung Nurdin Abdullah sebagai calon gubernur Sulawesi Selatan karena menilai sosok Nurdin memiliki visi dan integritas dalam mengelola pemerintahan," ujar Viva, ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (3/3/2021). 

Belajar dari kasus ini, Viva mewakili PAN mengharapkan kepala daerah-kepala daerah yang lain sabar dalam menghadapi ujian kekuasaan yang cenderung melenakan dan memabukkan. 

"Dengan kasus ini maka PAN berharap agar kepala daerah selalu berhati-hati dalam mengelola pemerintahannya. Taat dan tunduk patuh pada peraturan perundang-undangan. Dan sabar menghadapi ujian kekuasaan yang melenakan dan memabukkan," jelasnya. 

Baca juga: Eks Kader Demokrat Bakal Gelar KLB: Ridwan Kamil hingga Moeldoko Masuk Bursa Ketum, Reaksi Kubu AHY

Baca juga: Varian Baru Covid-19 Masuk ke Indonesia, Guru Besar FKM UI Beri Penjelasan Soal Mutasi Virus

Baca juga: Nurhadi Dituntut 12 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar, Kuasa Hukum Sebut Jaksa KPK Berimajinasi

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah saat digiring penyidik KPK keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2021) dini hari.
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah saat digiring penyidik KPK keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2021) dini hari. (Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra)

Juru bicara PAN ini juga menilai perlunya pengkajian dan evaluasi terhadap sisi kelemahan penerapan pilkada langsung apakah sesuai dengan filosofi dan tujuan pilkada. 

Sebab berdasarkan fakta yang ada, Viva mengatakan banyak kasus hukum yang menimpa kepala daerah melalui pemilihan langsung. 

"Upaya pilkada melalui pemilihan langsung agar efektif dan efisien dalam anggaran negara, untuk pendidikan politik rakyat, peningkatan kualitas demokrasi dan kesejahteraan masyarakat, menurunkan konflik sosial, dan lainnya, masih menjadi kendala utama dalam mencapainya," tandasnya. 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Nurdin Abdullah Dicokok KPK, PAN Harapkan Kepala Daerah Sabar Hadapi Ujian Kekuasaan
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved