Breaking News:

Apa Itu Hipospadia yang Dialami Aprilia Manganang? Simak Pengertian hingga Cara Mengatasinya

Hipospadia merupakan salah satu jenis kelainan penis bawaan pada bayi laki-laki.

Editor: Rohmana Kurniandari
Instagram/manganang92
Aprilia Manganang 

TRIBUNTERNATE.COM - Mantan pemain timnas voli Indonesia, Sersan Dua (Serda) Aprilia Manganang, terdiagnosis mengalami hipospadia.

Kelainan ini membuat Aprilia mengganti status kependudukannya dari perempuan ke laki-laki.

Lantas apa itu hipospadia?

Hipospadia merupakan salah satu jenis kelainan penis bawaan pada bayi laki-laki.

Kelainan bawaan ini membuat tampilan serta fungsi penis tidak normal seperti alat kelamin pria lainnya.

Hipospadia membuat pengidapnya kesulitan kencing dengan posisi berdiri dan harus buang air kecil dengan posisi jongkok atau duduk.

Jika tidak ditangani, hipospadia juga dapat menyulitkan hubungan seks karena menyebabkan gangguan ereksi dan ejakulasi.

Berikut penjelasan lebih lanjut apa itu hipospadia, penyebab, sampai cara mengatasinya.

Baca juga: Kronologi Aprilia Manganang Ditetapkan sebagai Laki-laki, Alami Hipospadia hingga Jalani Operasi

Apa itu hipospadia?

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, hipospadia adalah kelainan bawaan di mana lubang pembukaan uretra tidak berada di ujung penis.

Uretra adalah saluran kemih untuk mengalirkan urine dari kandung kemih keluar tubuh.

Pada pengidap hipospadia, uretra terbentuk secara tidak normal selama minggu kedelapan sampai ke-14 kehamilan.

Berdasarkan letak lubang bukaan uretra, terdapat tiga jenis hipospadia, di antaranya:

  • Subkoronal: Pembukaan uretra di dekat kepala penis
  • Poros tengah: Pembukaan uretra terletak di sepanjang batang penis
  • Penoskrotal: Pembukaan uretra terletak di pertemuan penis dan skrotum

Selain berbeda lokasi bukaan uretra, kelainan penis ini ada yang sifatnya ringan sampai parah.

Terkadang, kelainan bawaan ini membuat penis sedikit melengkung ke bawah. Ada juga yang tampilan penisnya jadi tertutup kulup.

Baca juga: Aprilia Manganang Sah Menjadi Laki-laki, Apa Kata Menpora Soal Medali yang Diraih saat SEA Games?

Penyebab hipospadia

Melansir Mayo Clinic, penyebab hipospadia terkait dengan gangguan tumbuh kembang saat bayi masih berada dalam kandungan.

Pada janin laki-laki yang normal, sejumlah hormon akan merangsang pembentukan uretra dan kulup.

Pada pengidap hipospadia, kinerja hormon tersebut rusak, sehingga uretra berkembang secara tidak normal.

Hipospadia terkadang disebabkan kelainan genetik, tapi ada juga faktor lingkungan yang menyebabkan kelainan bawaan ini, antara lain:

  • Punya riwayat keluarga dengan kelainan hipospadia
  • Ibu hamil di atas usia 35 tahun
  • Ibu hamil terpapar zat kimia seperti pestisida atau bahan kimia industri
  • Ibu hamil obesitas
  • Ibu kelebihan sejumlah hormon sebelum atau selama hamil

Hipospadia biasanya diketahui atau didiagnosis selama pemeriksaan fisik setelah bayi lahir.

Cara mengatasi hipospadia

Dilansir dari Urology Health, hipospadia bisa disembuhkan dengan operasi.

Tindakan bedah ini bertujuan mengoreksi atau membuat penis lurus dan saluran kemih berakhir di ujung penis.

Tindakan operasi hipospadia biasanya berlangsung dalam empat tahap, yakni:

  • Meluruskan poros penis
  • Membuat saluran kemih
  • Memposisikan lubang bukaan uretra di ujung penis
  • Menyunat atau merekonstruksi kulup

Tahapan operasi hipospadia ada yang dikerjakan simultan. Namun, untuk kasus yang parah, operasi perbaikan ini dilakukan secara bertahap.

Ahli bedah umumnya menyarankan operasi hipospadia saat bayi laki-laki berusia antara 6-12 bulan. Tapi, operasi ini bisa dilakukan pada anak-anak sampai orang dewasa.

Jika penis tidak tumbuh normal, terkadang dokter juga menyarankan perawatan hormon testosteron sebelum operasi.

Ketika operasi hipospadia berhasil, fungsi penis bisa tumbuh dengan normal dan perbaikannya akan bertahan seumur hidup.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenali Apa itu Hipospadia, Kelainan Penis Bawaan Lahir"
Penulis : Mahardini Nur Afifah
Editor : Mahardini Nur Afifah

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved