Merasa Dizalimi karena Dituduh Pengkhianat, Marzuki Ingatkan Kubu AHY Soal Komitmen Awal Demokrat
Merasa dizalimi karena dituduh pengkhianat, Marzuki Alie mengingatkan kembali kepada kubu AHY tentang komitmen awal Partai Demokrat.
TRIBUNTERNATE.COM- Merasa dizalimi karena dituduh pengkhianat, eks kader Partai Demokrat, Marzuki Alie, mengingatkan kembali kepada pihak Partai Demokrat kubu AHY tentang komitmen awal Partai Demokrat, yaitu sebagai partai yang menjunjung demokrasi.
Hal ini diungkapkan oleh Marzuki dalam sebuah wawancara bersama Refly Harun yang tayang di kanal YouTube Refly Harun, Minggu (14/3/2021).
Marzuki meminta pihak Demokrat kubu AHY untuk memahami apakah mereka sudah berada pada pihak yang benar jika mereka membela demokrasi.
“Tapi tolong dipahami dulu permasalahan yang ada di kita. Kalau Anda-anda itu sebagai pembela demokrasi, apakah yang Anda lakukan sudah benar?” ujar Marzuki.
Dirinya juga meminta agar pihak Partai Demokrat kubu AHY untuk tidak menunduh-nuduh pemerintah melakukan brutalitas demokrasi.
"Jangan mengatakan ini dengan menuduh-nuduh pemerintah, sangat tidak etis ada yang bilang brutalitas negara," ujar Marzuki.
Marzuki menilai pihak Partai Demokrat kubu AHY seharusnya dapat melihat bahwa ada penindasan terhadap kader-kader partai yang tidak menghargai hak asasi manusia.
Dirinya juga meminta untuk mempertimbangkan hal itu, dan tidak membuat diksi yang menyebutkan dirinya sebagai pengkhianat.
“Ada orang yang menindas kader-kadernya, tidak mengedepankan atau menghargai hak-hak asasi manusia. Nah harusnya Anda melihat itu, jangan Anda membuat diksi-diksi seolah-olah kami ini yang sebagai pengkhianat,” kata Marzuki.
Marzuki juga mengatakan bahwa, pihaknya adalah pihak yang disakiti dan dizalimi, ia bukanlah pihak pengkhianat seperti yang telah dituduhkan.
Dia berargumen bahwa pihaknya adalah pihak yang ingin mengembalikan Partai Demokrat kepada komitmen saat awal partai tersebut didirikan.
“Kami ini orang yang disakiti, kami ini orang yang dizalimi. Kami harus berbuat sesuatu untuk mengalihkan partai ini menjadi partai sebagaimana niat komitmen orang-orang yang mendirikan partai ini pada awal-awal dulu,” ujar Marzuki.
Marzuki mengatakan, harusnya semua kader Partai Demokrat menyadari bahwa awalnya partai ini didirikan sebagai sebuah partai yang terbuka yang mana semua rakyat bisa berkarir di partai ini.
“Ini harusnya disadari oleh semua kader sebagai partai yang didirikan awalnya sebagai partai yang terbuka. di mana semua rakyat Indonesia bisa berkarir di partai ini,” ujar Marzuki.
Marzuki meminta agar para kader Partai Demokrat tidak melihat ini sebagai masalah perseorangan, melainkan masalah kepentingan Partai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/mantan-ketua-dpr-ri-marzuki-alie.jpg)