Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

All England 2021

Tim Indonesia Dipaksa Mundur, Praveen/Melati Gagal Pertahankan Gelar Juara di All England 2021

Tim Bulu Tangkis Indonesia dipaksa mundur dari All England 2021, satu-satunya juara All England 2020 dari Indonesia gagal pertahankan gelar.

AFP/OLI SCARFF
Pasangan pebulutangkis Indonesia Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti merayakan kemenangannya setelah menundukan pasangan Thailand Dechapol Puavaranukroh dan Sapsiree Taerattanachai, dalam laga All England Open Badminton Championships Final Ganda Campuran di Birmingham, Inggris, Senin (15/3/2020). 

TRIBUNTERNATE.COM - Satu-satunya perwakilan Indonesia peraih gelar juara All England 2020 dipastikan tak bisa mengulang sejarah pada kompetisi All England 2021.

Di kompetisi All England 2020, Indonesia berhasil meraih satu gelar juara melalui Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti pada sektor ganda campuran.

Namun, peristiwa bersejarah tersebut dipastikan tidak bisa terulang di tahun ini karena Tim Indonesia dipaksa mundur dari kompetisi All England 2021.

Ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti seharusnya menghadapi pertandingan babak pertama All England 2021 pada Rabu malam waktu Inggris (Kamis pagi WIB).

Dalam pertandingan tersebut mereka dijadwalkan bertemu dan melawan perwakilan dari India, yakni Dhruv Kapila/Jakkampudi Meghana di Utilita Arena, Birmingham.

Sayangnya, ganda campuran ini dipaksa mundur secara tiba-tiba dari turnamen bergengsi itu.

Alasannya karena dalam penerbangan dari Istanbul menuju Birmingham pada Sabtu (13/3/2021), salah satu penumpang dalam pesawat yang sama dengan mereka dinyatakan positif Covid-19.

Manajer tim bulu tangkis Indonesia, Ricky Subagja mengatakan bahwa timnya diharuskan menjalani isolasi mandiri selama 10 hari.

Hal tersebut sesuai dengan regulasi pemerintah Inggris.

Di mana, jika ada orang yang berada dalam satu pesawat dengan penumpang lain yang positif Covid-19, maka mereka diharuskan melakukan karantina.

Baca juga: Marcus Gideon Merasa Indonesia Diperlakukan Tidak Adil Setelah Dipaksa Mundur dari All England 2021

Baca juga: Tim Indonesia Dipaksa Mundur dari All England 2021, Greysia Polii: BWF Harus Adil dan Jelas!

Pasangan pebulutangkis Indonesia Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti merayakan kemenangannya setelah menundukan pasangan Thailand Dechapol Puavaranukroh dan Sapsiree Taerattanachai, dalam laga All England Open Badminton Championships Final Ganda Campuran di Birmingham, Inggris, Senin (15/3/2020).
Pasangan pebulutangkis Indonesia Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti merayakan kemenangannya setelah menundukan pasangan Thailand Dechapol Puavaranukroh dan Sapsiree Taerattanachai, dalam laga All England Open Badminton Championships Final Ganda Campuran di Birmingham, Inggris, Senin (15/3/2020). (TRIBUNNEWS.COM/AFP/OLI SCARFF)

"Seluruh tim Indonesia terpaksa harus mundur dari turnamen Yonex All England 2021 dan tidak dapat melanjutkan pertandingan."

"Hal ini dikarenakan saat penerbangan dari Istanbul ke Birmingham pada Sabtu (13/3/2021) lalu, terdapat salah satu penumpang yang terkena Covid-19."

"Namun, kami pun tidak diberi tahu siapa, berapa orang, dan dari mana asal orang yang postifi tersebut," kata Ricky Subagja, dikutip dari Kompas.com, Kamis (18/3/2021).

Dengan demikian, tim Indonesia dipaksa mundur dan melakukan isolasi mandiri hingga 23 Maret 2021 mendatang.

Tim Indonesia melakukan isolasi mandiri di Crowne Plaza Birmingham City Center dimulai sejak kedatangannya ke Birmingham pada Sabtu (13/3/2021).

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved