Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Sudah Persiapkan yang Terbaik, Ayah Marcus Gideon Kecewa Tim Indonesia Mundur dari All England 2021

Kurniahu Gideon, ayah Marcus Gideon, mengaku kaget dan kecewa mendengar tim Indonesia dipaksa mundur dari All England 2021: BWF tidak profesional.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pebulu Tangkis Ganda Putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon bersama Ayahnya Kurniahu Gideon berpose sebelum wawancara dengan Tribun Network di Gideon Badminton Hall, Ciangsana, Bogor, Jumat (5/2/2021). 

TRIBUNTERNATE.COM – Tim Bulu Tangkis Indonesia dipaksa mundur dari kompetisi YONEX All England 2021 pada Kamis (18/3/2021) pagi waktu Indonesia.

Hal tersebut terjadi karena tim Indonesia berada dalam satu pesawat yang sama dengan orang yang diketahui positif Covid-19.

Sehingga, sesuai dengan regulasi Pemerintah Inggris, tim Indonesia harus melakukan karantina selama 10 hari.

Terkait hal tersebut, Kurniahu Gideon, ayah dari pebulutangkis Indonesia Marcus Fernaldi Gideon, mengaku kaget mendengar tim Indonesia dipaksa mundur dari All England 2021.

Kurniahu mengaku sempat mendengar curhatan dari sang anak, Marcus Gideon.

"Dia bilang, dikarantina. Katanya tidak dikasih makan. Memang benar Gideon ngomong, ya, mesti diatur dong, panitia pertandingan gimana, datangnya gimana, pas pertandingan gimana," ujar Kurniahu dikutip dari Tribun Network, Kamis (18/3/2021).

Komunikasi antara Kurniahu dan Gideon berlangsung pada Kamis (18/3/2021) pagi waktu Indonesia.

Menurut Kurniahu, Gideon tengah menjalani isolasi mandiri di salah satu hotel.

"Saya langsung WA (WhatsApp) dia. Terus dijawab lagi di karantina, Pa. Loh kenapa? Tidak boleh main, saya juga protes, nih. Tapi tidak tahu tembus atau tidak. Berarti tidak profesional BWF," imbuh Kurniahu.

Ayah dari Marcus Gideon itu melihat sendiri bagaimana anaknya disiplin berlatih untuk mempersiapkan diri bertanding di All England 2021.

Baca juga: Pasca-Didepak dari All England 2021, Tim Indonesia akan Pulang ke Tanah Air Hari Minggu Besok

Baca juga: Terungkap Pemain All England asal Turki Sempat Tak Laporkan Dapat Pemberitahuan Isolasi dari NHS

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo meluapkan kegembiraannya usai mengalahkan pebulu tangkis ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan pada babak Final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Pasangan Markus dan Kevin berhasil menjadi juara setelah mengalahkan pasangan Ahsan dan Hendra pada All Indonesian Final Ganda Putra Blibli Indonesia Open 2019 dengan skor 21-19 dan 21-16.
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo meluapkan kegembiraannya usai mengalahkan pebulu tangkis ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan pada babak Final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Pasangan Markus dan Kevin berhasil menjadi juara setelah mengalahkan pasangan Ahsan dan Hendra pada All Indonesian Final Ganda Putra Blibli Indonesia Open 2019 dengan skor 21-19 dan 21-16. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Peristiwa ini tentu membuat Gideon kecewa berat.

Sebab, Marcus tidak bisa tampil maksimal dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia, terlebih bagi yang mendukungnya.

"Dia kecewa berat, ya, karena dia telah bersiap sebaik mungkin di kejuaraan ini. Memang bicara juara itu tergantung yang Kuasa, namun dia telah mempersiapkan diri dengan baik dan bekerja keras," ungkap Kurniahu.

Menurut Kurniahu, keputusan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang memaksa tim nasional bulu tangkis Indonesia mundur dari turnamen All England 2021 tidak adil.

"Kalau menurut saya itu tidak adil," sambungnya.

"Pemain Indonesia tidak ada yang positif, negatif semua, dan sudah divaksin kedua semua. Pasti kan daya tahan tubuh lebih kuat, kok pemain Indonesia yang negatif semua, tim Indonesia tidak boleh main. Ini mesti dipertanyakan ke BWF," pungkas Kurniahu.

Marcus Gideon: Mengapa kita tidak mendapat keadilan yang sama?

Melalui media sosial Instagram, Marcus Gideon ungkapkan rasa kecewanya terhadap BWF. 

Marcus menilai Indonesia diperlakukan tidak adil karena BWF tidak memberlakukan kebijakan yang sama dengan tim lain.

Menurut Marcus, ada tim lain yang tujuh pemain ditemukan positif Covid-19 pada hari sebelumnya, namun satu hari setelahnya dinyatakan negatif.

"Beberapa dari kalian mungkin memperhatikan bahwa permainan hari ini ditunda sebelum mereka menemukan 7 orang pemain tim lain (negara lain) dinyatakan positif Covid-19. Setelah mereka di tes ulang, hasilnya SEMUA NEGATIF," tulis Marcus pada unggahannya Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Politikus PDIP Salahkan PBSI Tak Carter Pesawat ke All England, Mohammad Ahsan: Ga Sanggup Bayar Pak

Baca juga: Indonesia Didepak dari All England 2021, Menpora: Presiden Jokowi Minta Kita Tidak Tinggal Diam

Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Ferinaldi Gideon saat bertanding pada babak semi final Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/7/2019).
Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Ferinaldi Gideon saat bertanding pada babak semi final Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). (TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN)

Marcus mengatakan, sebelum terbang ke Inggris, semua tim Indonesia telah dinyatakan negatif Covid-19 dan mereka juga telah dites ulang pada saat tiba di hotel.

Oleh karena itu, Marcus menganggap Indonesia diperlakukan tidak adil karena pemain Indonesia diharuskan karantina sehingga terpaksa mundur dari pertandingan All England 2021.

"Jadi mengapa kita tidak juga mendapatkan keadilan yang sama di sini?" tulis Marcus.

Marcus meminta agar ulang seluruh pemain All England yang sudah dinyatakan positif Covid-19 dites ulang karena ia tidak percaya dengan tes yang dijalankan oleh pihak penyelenggara.

"Agar adil, orang yang telah dinyatakan positif Covid-19 harus menjalani tes lain, karena kami benar-benar tidak percaya lagi pada tes Covid yang mereka jalankan,” lanjutnya.

Ketidakpercayaan Marcus terhadap tes yang dilakukan oleh pihak penyelenggara itu berasalan, sebab semua 7 kasus positif bisa berubah menjadi 7 kasus negatif hanya dalam 1 hari.

(Tribun Network/Denis Destryawan)

Artikel ini telah tayang di Tribun Jogja dengan judul "Kecewanya Indonesia Mundur dari All England, Padahal Lakukan Persiapan Terbaik, Ini Curhatan Pemain"

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved