Breaking News:

Black Box Berisi CVR Milik Sriwijaya Air SJ182 Ditemukan, Apa Itu CVR?

Kotak hitam atau black box pesawat Sriwijaya Air Sj182 yang berisi cockpit voice recorder (CVR) telah ditemukan.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas mengidentifikasi kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta - Pontianak yang jatuh di perairan Pulau Seribu di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021). Temuan bagian pesawat selanjutnya akan diperiksa oleh KNKT sedangkan potongan tubuh korban diserahkan kepada DVI Polri untuk identifikasi lebih lanjut. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNTERNATE.COM - Kotak hitam atau black box pesawat Sriwijaya Air Sj182 yang berisi cockpit voice recorder (CVR) telah ditemukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi dan tim pencari.

Rencananya, penjelasan mengenai penemuan CVR ini akan disampaikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Rabu (31/3/2021).

"Sudah (ditemukan), nanti pukul 11.00 akan diumumkan," kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu pagi.

Penemuan CVR ini telah melengkapi bagian kotak hitam yang sebelumnya lebih dulu didapat, yaitu flight data recorder (FDR).

Baca juga: Black Box Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Berhasil Ditemukan, Siang Ini Diumumkan

Baca juga: Diduga Jadi Penyebab Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Apa Itu Autothrottle?

Apa itu CVR?

CVR merupakan bagian kotak hitam yang merekam percakapan antara pilot dan kopilot selama berada di kokpit.

Bersama FDR, CVR sangat penting ditemukan agar proses investigasi terhadap sebuah insiden kecelakaan pesawat bisa diketahui.

CVR bekerja dengan cara merekam sinyal pada mikrofon dan earphone dari headset yang digunakan pilot.

Selain itu, CVR juga merekam sinyal dari area mikrofon yang terdapat di atap kokpit pesawat.

CVR merekam seluruh percakapan di area kokpit, termasuk komunikasi antara pilot dengan para awak pesawat.

Sama halnya seperti FDR, CVR juga berwarna oranye yang bertujuan agar alat tersebut mudah ditemukan apabila terjadi kecelakaan.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono sebelumnya mengungkapkan, tanpa adanya CVR, pihaknya tidak bisa mendapatkan data percakapan yang terjadi di kokpit antara pilot dan kopilot.

Padahal data tersebut sangat signifikan untuk proses investigasi penyebab jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182.

"Kami belum berpikir kalau (CVR) tidak ketemu. Kalau tidak ketemu kami tidak bisa menghasilkan report atau kesimpulan apa yang terjadi di (masa) terakhir (jatuhnya pesawat) itu," kata Soerjanto, 10 Februari 2021.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Itu CVR, Bagian dari Kotak Hitam yang Baru Ditemukan di Sriwijaya Air SJ 182?"
Penulis : Ardito Ramadhan
Editor : Bayu Galih

Editor: Rohmana Kurniandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved