Virus Corona
Vaksin Covid-19 Pfizer Kemungkinan Kurang Efektif Melindungi dari Virus Corona Varian B.1.351
Vaksin Pfizer memberikan perlindungan yang baik terhadap varian B.1.1.7, namun tidak memberikan perlindungan yang efektif terhadap varian B.1.351.
TRIBUNTERNATE.COM - Pada Desember 2020, otoritas kesehatan di Inggris dan Afrika Selatan melaporkan munculnya dua varian SARS-CoV-2 yang dikatakan sangat mudah menular.
Kedua varian tersebut telah dikenal sebagai virus corona varian Inggris dan Afrika Selatan.
Namun secara resmi, nama kedua varian tersebut dikenal sebagai varian B.1.1.7 dan B.1.351.
Sebuah tim yang dipimpin oleh para peneliti dari Institut Pasteur di Paris, Prancis, meneliti seberapa besar perlindungan kekebalan terhadap salah satu varian baru yang diberikan oleh vaksinasi sebelumnya.
Mereka menguji antibodi dalam serum dari individu yang baru-baru ini disuntik dengan dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech, dan dari orang lain yang pernah mengalami infeksi dengan varian virus corona yang lama.
Baca juga: Ada Kasus Kelainan Pembuluh Darah Otak, Jerman Batasi Penggunaan Vaksin Covid-19 dari AstraZeneca
Baca juga: Temukan Kasus Pembekuan Darah setelah Penggunaan Vaksin AstraZeneca, Australia Lakukan Penyelidikan
Baca juga: Penjelasan Satgas Penanganan Covid-19 tentang Kejadian Ikutan dan Efek Samping Vaksin Covid-19
Secara keseluruhan, hasil temuan mereka menunjukkan bahwa vaksinasi yang telah dilakukan, memberikan perlindungan yang baik terhadap varian B.1.1.7, tetapi tidak memberikan perlindungan yang efektif terhadap varian B.1.351.
Tim tersebut mengambil sampel serum dari 58 orang yang sebelumnya mengalami infeksi virus corona hingga 9 bulan setelah timbulnya gejala.
Beberapa peserta memberikan lebih dari satu sampel darah selama periode waktu ini.
Baca juga: Fiersa Besari Tanggapi Jokowi Hadiri Pernikahan Atta dan Aurel: Banyak Paradoks di Negeri Ini
Baca juga: Foto Jokowi Jadi Saksi Nikah Atta-Aurel Dipublikasikan Sekretariat Negara, Ernest Prakasa: Aneh!
Baca juga: Jokowi Beri Bantuan Uang Tunai dan Bingkisan untuk Istri Terduga Teroris yang Terlilit Utang Bank
Para peneliti membandingkan kemampuan antibodi dalam sampel untuk menetralkan B.1.1.7, B.1.351, dan D614G, yang hingga saat ini merupakan varian paling luas di Prancis.
Sekitar 9 bulan setelah infeksi, dari 93% sampel dari individu yang sebelumnya pernah terinfeksi, antibodi berhasil menetralkan B.1.1.7 (varian Inggris).
Angka ini menunjukkan proporsi sampel yang sama yang memproteksi dari varian D614G.
Sebaliknya, hampir 40% sampel tidak memproteksi dari varian B.1.351 yang dikenal sebagai varian Afrika Selatan.
Rata-rata, vaksin tersebut memiliki kemampuan enam kali lipat lebih rendah untuk melindungi seseorang dari varian ini dibandingkan dengan melindungi dari varian D614G.
“Kami menunjukkan bahwa varian yang menyebar lebih cepat, terutama yang Afrika Selatan, sebagian telah resisten terhadap antibodi yang dihasilkan setelah infeksi alami,” kata penulis studi terakhir Prof Olivier Schwartz, PhD, Kepala Unit Virus dan Imunitas di Institut Pasteur seperti dikutip dari Medical News Today.
Menurutnya, kemanjuran ini berkurang terutama pada seseorang yang memiliki antibodi yang rendah.
“Kemanjuran yang berkurang ini terutama terlihat di antara individu dengan tingkat antibodi rendah,” tambahnya.
Saat ini, varian virus corona B.1.1.7 telah menyebar ke 114 negara.
Sementara itu, varian virus corona B.1.351 telah menyebar ke 68 negara.
(TribunTernate.com/Qonitah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/cov-vaccine.jpg)